Yang Perlu Dihindari Saat Wawancara

Dalam wawancara kerja, banyak hal yang tidak boleh diabaikan oleh pencari kerja. Karena saat wawancara seringkali menjadi saat yang paling menentukan untuk diterima atau tidaknya anda. Sekali saja sikap dan ucapan anda nggak berkenan, nilai anda langsung minus. Itu berarti ‘kans’ anda untuk mendapatkan kesempatan kerja semakin sedikit.

Agar anda nggak terjebak, ada baiknya simak hal-hal yang tidak boleh anda lakukan dalam wawancara di bawah ini:


- Mengkritik mantan bos atau atasan dan teman-teman sekerja anda di tempat terdahulu. Membicarakan hal-hal buruk tentang orang-orang yang pernah bekerjasa dengan anda adalah hal tabu dalam wawancara kerja. Kalau bisa hindari hal ini. Lebih baik bicarakan hal-hal dan pengalaman positif semasa anda kerja dulu.

- Menanyakan gaji atau fasilitas pada si pewawancara sebelum ia menyinggung hal itu. Pertanyaan tentang gaji sebelum si pewawancara membicarakannya mengesankan bahwa orientasi anda bekerja hanyalah uang.

- Memakai busana yang seronok saat wawancara. Busana yang minim, ketat dan berwarna ‘ngejreng’ bukanlah busana yang pantas untuk menghadiri wawancara kerja. Gunakan busana yang pantas dan mencerminkan ‘intelektualitas’ anda.

- Memakai parfum dan perhiasan yang berlebihan. Parfum dengan bau yang menusuk hidung hanya akan mengganggu penciuman si pewawancara dan mengganggu suasana. Jika ingin memakai parfum, gunakan wangi parfum yang netral dan lembut. Begitu juga dengan perhiasan. Jika ingin memakai perhiasan, gunakan yang pantas. Jangan terlalu besar dan mencolok. Sekedar pemanis boleh aja. Tapi kalau pria sebaiknya hindari memakai perhiasan.

- Mengunyah permen. Sikap ini terkesan tidak profesional dan kekanakkan. Begitu anda mulai masuk ruang wawancara, jangan ada benda apapun di mulut anda. Selain tidak profesional, mengunyah permen membuat anda kesulitan bicara.

- Menghindari kontak mata. Menghindari kontak mata dengan si pewawancara mengesankan anda tidak percaya diri. Padahal pede merupakan salah satu modal untuk lolos dalam wawancara kerja. Untuk itu, jaga kontak mata dengan si pewawancara dengan baik. Dengan kontak mata, andapun lebih mudah memahami pertanyaan yang diajukan si pewawancara.

Dengan menghindari hal-hal di atas paling tidak anda sudah berusaha melancarkan jalannya wawancara. Jika anda bisa melewati proses wawancara dengan mulus berarti siap-siap aja untuk mendengar kabar bagus yang menyatakan, "Anda diterima!".