Tunjukkan Sikap Santai Saat Wawancara

Mengembangkan sikap rileks, tidak selalu dalam kepanikan memang sangat penting. Rileks diperlukan, terutama saat kita sedang dalam tekanan, baik karena kerja atau karena tekanan lain, misalnya menghadapi situasi baru yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kerja, atau bahkan saat akan wawancara kerja. Rileks memang penting, terutama saat akan wawancara kerja. Di sinilah letak kemampuan anda dalam mengendalikan sikap itu diuji. Bila kita gampang gugup, “mimpi buruk” mungkin bisa kita dapat gara-gara sifat itu.


Persiapan untuk wawancara memang sangat penting, terutama menyiapkan beberapa kemungkinan jawaban yang bakal ditanya pas wawancara. Namun, bila kita datang denga panik. Bukan tidak mungkin kita akan mengalami mimpi buruk itu di saat wawancara. Makanya, sikap kita untuk rileka itu menjadi bagian yang sangat diperlukan di saat wawancara.

Inilah beberapa tips ringan yang yang diperlukan agar kita tetap rileks saat menhadapi situasi “kritis,” termasuk saat menghadapi wawancara kerja;

· Bersikaplah seakan-akan anda konsultan, bukan pencarai kerja. Jadi, kembangkan sikap saling diskusi dan memecahkan masalah dengan pewawancara anda.

· Kembangkan situasi yang bisa menimbulkan dialog, sehingga anda tidak menjadi obyek yang bakal diwawancara.

· Tunjukkan kemampuan yang anda miliki dengan mengungkapkan pernyataan-pernytaan berbobot, selalu mejaga kemampuan itu, serta tampil lebih percaya diri. Pokoknya, tunjukkan sikap ceria serta antusias.

Nah, bila tiga cara ini anda kembangkan, besar kemungkinan interview anda tadi bakalan sukses. Dan, jangan lupa saat selesai wawancara, langsung siapkan pengetahuan yang dibutuhkan untuk wawancara berikutnya. Selalu berfikir optimis dan rileks, memang sangat dibutuhkan.