Tumbuhkan Fanatisme Profesi Lebih Positif

Fanatisme terhadap satu jenis profesi atau bidang pekerjaan merupakan hal yang wajar terjadi di perusahaan-perusahaan. Entah itu perusahaan jasa, non jasa atau industri. Namun selama ini masih banyak yang menganggap fanatisme sebagai hal yang negatif. Fanatisme profesi dianggap sebagai sikap 'keakuan' terhadap profesinya.
 
 
 
Padahal sebenarnya tidak selamanya fanatisme itu negatif. Setidaknya banyak manfaat yang akan anda rasakan jika anda menganut fanatisme profesi, asalkan positif. Lalu apa hal positif dari fanatisme profesi dan bagaimana mengembangkan fanatisme yang positif? Simak deh.

 

Fanatisme pada satu jenis profesi atau bidang pekerjaan merupakan sikap yang dibutuhkan untuk menumbuhkan loyalitas terhadap satu jenis bidang kerja. Dengan fanatisme, seseorang akan mudah memotivasi dirinya sendiri untuk lebih meningkatkan karir. Selain itu, fanatisme akan menumbuhkan ‘selling point’ dalam diri anda. Ini dapat dijadikan ‘bargaining position’ pada suatu saat kelak. Karena fanatisme pada satu jenis profesi mengarah pada spesialisasi. Dan semakin lama anda menekuni satu jenis profesi akan semakin dalam pula penguasaan anda pada bidang tersebut.

 

 

Kondisi tersebut akan memudahkan anda meningkatkan posisi dan baik bagi profesional muda yang ingin mengembangkan karir.Untuk itu, fanatisme ini juga harus didukung dengan penambahan wawasan di bidangnya. Misalnya dengan cara banyak membaca buku dan mengikuti informasi seputar profesi dan bidang lain yang masih bersinggungan. Selain itu jangan lupa lakukan pengamatan terhadap fenomena-fenomena yang berkembang di bidang tersebut.

 

Sikap fanatisme ini juga akan menimbulkan mental ‘ownership’ pada diri karyawan, bukan sekedar mental ‘pegawai’. Menurut ahli karir, yang disebut mental pegawai adalah orang yang mengikuti ritme kerja hanya berdasarkan pada peraturan baku perusahaan. Misalnya masuk kerja jam sekian dan pulang jam sekian. Sedangkan mental ‘ownership’ meski jam kerja telah berakhir ia tidak akan beranjak pulang sebelum pekerjaan di hari itu selesai. Biasanya karyawan yang memposisikan diri sebagai ‘owner’ atau pemilik, dalam bekerja tidak mengukur dari jam kerja melainkan dari kualitas kerjanya. Dan hanya orang-orang yang fanatik lah yang dapat mengembangkan kontribusinya terhadap perusahaan.

 

 

Salah satu hal yang menyebabkan fanatisme pada diri seseorang adalah besarnya minat dan kecintaan pada satu jenis profesi. Faktor lainnya adalah attitude (sikap) pribadi, lingkungan kerja, dan lamanya karyawan menekuni satu jenis pekerjaan tertentu. Selain itu motivasi keluarga juga mempengaruhi fanatisme seseorang terhadap bidang kerjanya.

 

 

Lalu apa sih sisi negatif dari fanatisme ini? Fanatisme baru dinilai negatif jika dibarengi dengan sikap yang kaku dan tidak mau membuka diri terhadap dunia lain. Orang yang salah kaprah mengaplikasikan fanatisme biasanya menganggap bahwa profesinyalah yang paling baik dan menilai hanya pekerjaannya yang paling bagus. Hal inilah yang menimbulkan penilaian negatif tentang fanatisme profesi. Padahal biar bagaimanapun anda tetap membutuhkan sinergi dari profesi lain. Dan pada kenyataannya, fanatisme tetap tidak bisa menutup diri dari pengaruh bidang lain.

 

 

Jadi jika anda termasuk orang yang fanatik terhadap profesi anda, jangan belenggu diri anda pada fanatisme yang kaku. Karena kesuksesan anda dalam profesi tertentu juga tak terlepas dari dukungan profesi lain di tempat anda bekerja. Misalnya jika anda seorang wartawan, tentu kelancaran anda bekerja juga didukung oleh profesi lain misalnya desain grafis, sekretaris redaksi, dll. Banyak bergaul dengan orang-orang yang berprofesi lain di perusahaan berbeda juga akan menambah wawasan anda dan membentuk fanatisme yang positif.