Tetap Bijaksana dan Kendalikan Diri

Memang sangat tidak masuk akal bila dalam setiap perkejaan anda tidak pernah mengalami kesalahan. Namun ketika kita menghadapi kesalahan, sering kita menjadi tidak rasional, bahkan saat menghadapi orang sering membuat kita marah-marah. Nah, yang jadi persoalan memang bagimana kita bisa mengendalikan diri dalam setiap keadaan. Mungkin, kita sering melihat orang lain begitu gampang mengendalikan diri, sementara kita merasa hal ini sangat susah untuk dilakukan.


Sementara bila anda sedang berusaha mengembangkan kemampuan dalam merespon setiap orang yang memiliki banyak perbedaan dengan macam-macam sikap, ada kemungkinan malah membuat anda stres. Selain itu, jangan sekali-kali membiasakan diri memaksakan kehendak dengan memberikan reaksi berlebihan kepada orang yang sedang dihadapi.
Soalnya bila anda menghadapi berbagai persoalan dengan hanya penuh ketegangan, bisa jadi orang yang sedang anda hadapi tersebut akan bertanya-tanya dalam hati, ada apa dengan anda? Apakah anda mengalami sesuatu yang kemunkinan sangat menyedihkan sehingga harus mengalami hal seperti itu.

Langkah baiknya bila anda bisa menghadapi setiap situasi dengan penuh ketenangan tanpa harus mengeluarkan reaksi negatif dalam situasi yang tidak menyenangkan itu. Jadi, tidak ada salahnya bila Anda bisa mengendalikan diri, tanpa merasa tertekan. Hal seperti ini memang sulit, namun kalau kita bisa mengendalikan akan merasakan sesuatu yang sangat hebat. Dan cara seperti ini merupakan langkah terbaik yang bisa kita lakukan.

Kenapa? Karena secara naluriah tiap manusia itu memang sangat unik. Banyak pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah seperti itu. Alasan lain, karena kita tidak selalu bisa tampil beda dengan teman-teman di kantor. Bahkan ada psikolog serta ahli riset yang menyatakan, adanya ketakutan seseorang dalam dunia kerjanya, bisa membuat situasi jadi makin runyam. Bahkan banyak yang malah depresi di saat situasi kerja yang sebenarnya malah lebih menantang.

Inilah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengontrol reaksi kepada seseorang atau pekerjaan agak bisa menjadi lebih bijaksana.

1. Ingat, lakukan cara “bagaimana” anda bereaksi, bukan “mengapa” Anda bereaksi. Caranya, anda bisa mengaturnya dengan mengambil nafas, dengan menggerakkan otot-otot di antara tubuh, dada, leher, pundak, rahang dengan mengatur se-rileks mungkin, serta menarik nafas panjang-panjang.

2. Perhatikan perasaan anda. Apakah dalam suasana marah, frustasi, terancam, memalukan, ketakutan? Atau dalam kontrol orang?

3. Tunjukan sikap pada tempatnya. Ambil keputusan untuk bisa mengontrol diri sendiri. Cara seperti ini merupakan upaya untuk menenangkan diri agar bisa mengendalikan perasaan, serta mengembangkan kemampuan diri sendiri.

Yang perlu anda ingat bahwa perilaku anda ini sama sekali tidak bisa diubah. Namun anda bisa memberikan rekasi terhadap sikap orang lain, dan ini anda bisa mengubahnya. Semua ini mungkin bisa menjadi semacam katartis yang bisa membuat anda dapat bergaul dengan siapa saja dalam lingkungan kerja, bahkan dengan seseorang yang sangat anda benci sekalipun.