Syndroma Kesepian Bagi Profesional

Rasa sunyi dan sepi biasanya dialami oleh mereka yang sering sendiri dan minim kegiatan. Tetapi, anggapan ini ternyata tidak selalu benar, karena kenyataannya di kota-kota besar seperti Jakarta banyak orang-orang yang merasa ‘sunyi’ walaupun memiliki kesibukan yang luar biasa dan dikelilingi banyak teman.

Di kota-kota besar, rasa sunyi ini banyak melanda para wanita karir dan profesional muda. Meskipun mereka memiliki aktivitas yang cukup padat dan setiap hari selalu bertemu dengan banyak orang, ada perasaan sunyi di sudut hatinya. Akibatnya ia akan semakin terpuruk pada rasa sepi dari hari ke hari.

Menurut psikolog, rasa sunyi itu berasal dari dalam hati. Sehingga lingkungan kerja yang sibuk dan teman-teman di sekelilingnya sekalipun, tidak mampu mengusir rasa sepi. Tetapi bisa juga rasa sepi itu muncul justru akibat beban kerja yang menumpuk hingga menimbulkan stres yang cukup berat. Dan rasa stres yang berkepanjangan membuat mental dan perasaan seseorang semakin hampa dan sunyi. Umumnya, meski mereka berusaha tampil maksimal, orang-orang dengan rasa kesepian ternyata cukup sentimentil.

Cara mereka mengatasi rasa sunyinya pun berbau-bau sentimentil. Ada yang menyendiri dengan mendengarkan musik yang mendayu-dayu, ada yang melamun, atau ada juga yang menangis tersedu-sedu. Padahal mereka sendiri sebenarnya tidak memahami apa yang membuatnya ‘kesepian’. Nah kalau anda mulai dirasuki penyakit kesepian, hati-hati, jangan sampai kesepian anda mengarah pada tindakan destruktif.
Bagi anda para profesional yang kerap dilanda kesepian, mungkin tips di bawah ini berguna bagi anda:



* Jangan merasa lumpuh oleh situasi atau lingkungan kerja yang menekan anda. Saat senggang hiburlah diri anda dengan mengerjakan hal-hal yang anda sukai, misalnya berkumpul dengan keluarga, bertemu kekasih atau mengunjungi sahabat anda. Bisa juga anda melakukan hobi seperti berenang, memancing atau memasak. Karena saat libur memang semestinya dimanfaatkan untuk santai dan tidak mengerjakan hal-hal rutin yang sudah membebani anda selama sepekan.

* Lakukanlah dialog dengan orang-orang di sekeliling anda. Karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang butuh berdialog dengan manusia lainnya. Jika anda di kantor, lakukan dialog dengan rekan kerja anda. Tetapi, lakukan dialog dengan tulus, bukan sekedar basa-basi atau sekedar topeng pergaulan.

* Jaga silaturahmi. Pertahankan hubungan baik anda dengan rekan-rekan kerja, sahabat, dan keluarga. Menjaga silaturahmi ini bukan berarti harus bertemu secara fisik. Jika anda sibuk, sekedar menanyakan kabar lewat telepon atau email juga merupakan upaya anda menjaga ikatan batin yang telah berlangsung.

* Lakukan dialog dengan diri sendiri. Ketika kesepian dan kesunyian mulai menggerogoti anda, lakukan dialog pada diri sendiri dengan cara merenung di tempat yang sunyi. Tanyakan pada hati anda, apa yang sebenarnya anda cari? Dan apa yang membuat anda bahagia? Kenalilah diri anda sendiri dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dalam hati anda. Dengan mengenal diri sendiri, anda tidak akan kehilangan jati diri yang bisa jadi merupakan sumber rasa sepi.

* Jika sudah berdialog dengan diri sendiri, lakukan juga dialog dengan Tuhan. Lakukan kontemplasi sesuai ajaran agama masing-masing, seperti shalat, zikir, atau meditasi. Percayalah, dialog dengan Tuhan cukup ampuh mengatasi kesunyian anda. Anda akan merasa lebih tenang dalam menjalani hidup yang kompleks ini.

Dengan upaya-upaya tadi, berarti anda telah berusaha untuk tidak terperosok pada penyakit mental yang satu ini. Patut anda ingat, sebelum anda dilanda kesepian yang parah, cobalah untuk berpikir positif dengan banyak-banyak mensyukuri hidup ini. Jadi, kesepian? nggak deh…!

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar