Strategi Si Kambing Hitam

Pernahkah anda dihadapkan pada kenyataan bahwa anda harus bertanggung jawab atas kesalahan orang lain? Mungkin membayangkan pun anda tidak berani. Tapi bagaimana seandainya hal itu benar-benar terjadi pada diri anda? Misalnya salah seorang rekan anda di kantor yang membuat kesalahan, tetapi andalah yang menjadi 'kambing hitam' untuk mempertanggungjawabkannya. Sementara anda sendiri sebetulnya tahu siapa yang paling bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Marah? jelas.

Tapi stop..jangan emosi dulu. Daripada anda langsung melabrak orang yang berbuat salah, lebih baik anda susun strategi di bawah ini:

* Tetap tenang
Walaupun anda emosi, usahakan agar hati dan kepala anda 'tetap 'dingin'. Karena dengan emosi yang terbakar, anda tidak dapat menyelesaikan masalah secara objektif. Setelah emosi anda stabil, cobalah bicara berdua dengan pembuat kesalahan. Gunakan bahasa yang netral dan tidak menyudutkan. Misalnya anda dapat mengatakan, "Saya berada dalam posisi dimana saya harus membela diri. Dalam hal ini saya tidak bersalah. Saya mohon anda bertanggung jawab atas kesalahan yang anda lakukan".

* Bicara pada bos
Kalau ia menolak dan tidak mengakui kesalahannya, tidak perlu mengancam. Lebih baik anda segera pikirkan cara lain untuk menyelesaikannya. Jika pembicaraan dengannya tidak menghasilkan, mungkin anda dapat menemui bos untuk membicarakan masalah sebenarnya. Kalau perlu catat dalam sebuah memo hal-hal yang bisa mendukung cerita anda. Mungkin lebih baik lagi jika anda mengajak beberapa orang saksi yang tahu permasalahannya secara pasti.

* Beri ide dan solusi
Setelah anda bicara dengan bos, untuk meng-clear-kan masalah mungkin bos anda akan memanggil pelaku kesalahan. Dengan demikian masalah ini dapat diselesaikan langsung dengan pihak yang terlibat. Ingat, saat membicarakan masalah ini jangan bersifat tendensius. Sebaiknya anda juga memberi ide dan menawarkan solusi atas masalah ini.

* Jaga hubungan
Jika masalah sudah selesai, jangan menyimpan dendam pada rekan yang telah menyusahkan anda. Bersikaplah profesional dengan tetap menjaga hubungan kerja yang baik. Dengan demikian, secara nggak langsung anda telah menunjukkan pada rekan anda tersebut bagaimana cara bekerja secara profesional tanpa terganggu oleh hal-hal yang bersifat emosional.

Dengan selesainya masalah tersebut, anda telah berhasil mempertahankan nama baik anda di hadapan bos dan rekan-rekan. Selanjutnya tetap pertahankan nama baik anda dengan bekerja secara lebih profesional. Good luck...!