Strategi Memimpin Tim Kerja

Menjadi pemimpin sebuah tim kerja bukanlah hal yang mudah. Anda dituntut untuk menggiring tim anda menggapai sukses. Untuk bisa mencapai sukses bersama tim, anda harus membina hubungan yang solid dengan anak buah. Sebagai pemimpin, anda harus mengenal karakter masing-masing anak buah. Agar sukses tim bisa diraih, pelajari strategi penting memimpin sebuah tim berikut ini:
 

Berikan instruksi dengan jelas
Terangkan tugas dan pekerjaan pada masing-masing personil sejelas-jelasnya. Jangan sampai mereka mengerjakan tugas dengan ketidaktahuan. Untuk itu, berikan kesempatan bertanya jika mereka merasa ada sesuatu yang belum jelas. Dalam hal ini anda bertanggung jawab penuh terhadap kinerja mereka. Karena jika sejak awalnya sudah tidak jelas, bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik? So, dalam hal ini anda juga harus menjelaskan hasil yang hendak dicapai, tenggang waktu (deadline), dll.


Buat rencana kerja
Buatlah rencana kerja secara tertulis dan distribusikan kepada mereka. Dengan berbekal pedoman dari anda, secara tak langsung anda membantu mereka mengerjakan sesuai skala prioritas sekaligus mempermudah anda memonitor pekerjaan mereka.


Jangan hambat komunikasi
Sebisa mungkin sediakan waktu bagi anak buah jika mereka menuntut penjelasan lebih rinci. Begitu juga dengan ketidakpuasan mereka. Jika mereka memberi masukan, kritik, ide, atau gagasan dengarkan dan pertimbangkan. Kalau sekiranya baik bagi kemajuan divisi anda, apa salahnya dijalankan, tentu setelah dibicarakan dengan seluruh personil.


Ekspresikan perasaan anda secara tepat
Jangan ragu untuk memuji mereka jika hasil kerja mereka memang bagus. Ingat, pujian bisa menyuntikkan energi bagi mereka untuk bekerja lebih baik. Pujian ini bisa anda sampaikan secara terbuka maupun pribadi. Anda juga bisa mengucapkan terima kasih jika anda puas dengan hasil kerja mereka. Tetapi, sebaliknya jika ingin menyampaikan kritik, lakukan secara privat, misalnya di ruang tertutup. Maksudnya untuk menghindari perasaan tidak enak dan menghindari hal-hal yang tidak etis.


Beri contoh
Anak buah akan lebih menghargai anda jika anda bisa melakukan apa yang anda perintahkan. Sehingga anda bukan sekedar bisa memerintah atau omdo (omong doang) tetapi bisa memberikan bukti nyata. Dengan demikian, secara otomatis mereka akan berusaha lebih baik pula.

Jangan lupa, jika tim anda sukses berarti anda telah sukses memimpin sebuah tim. Dan sukses tim merupakan kebanggan bersama, bukan perorangan atau individu. Dan untuk selanjutnya anda bisa dong memelihara sukses sebuah tim?