Sikap Asertif Perjuangkan Kenaikan Gaji

Selama ini mengajukan permohonan kenaikan gaji seolah menjadi hal yang tabu bagi karyawan di perusahaan. Banyak karyawan yang pasrah menunggu kenaikan gaji berkala dari perusahaan ketimbang mengajukan kenaikan gaji sendiri, sekalipun merasa gajinya tidak sesuai dengan beban kerja. Umumnya karyawan berharap perusahaan akan mengerti dengan ketidakpuasan karyawannya. Tapi tentu anda tidak bisa terus berharap sementara perusahaan cuek-cuek aja. Daripada anda memendam rasa tidak puas seorang diri, lebih baik anda bersikap asertif memperjuangkan hak anda.


Karena meski tak lazim, permohonan kenaikan gaji secara pribadi sah-sah saja, asalkan anda punya cukup bekal dan kekuatan untuk melakukannya. Tetapi sebelum anda melakukannya, perlu anda ketahui bahwa selain gaji berkala yang telah ditetapkan perusahaan, tidak ada kebijaksanaan perusahaan yang mengatur kenaikan gaji secara individual. Karena dalam perusahaan yang sudah mapan, masalah gaji ini sudah diatur dalam ‘sistem penggajian’. Dalam sistem ini ukuran atau tingkatan gaji ditentukan berdasarkan job description, job analisys, dan bobot keberhasilan seseorang. Dari sini lahirlah nilai nominal seorang karyawan.

Nah, jika anda merasa tidak puas dengan nilai nominal yang diberikan pada anda, tidak perlu merasa tidak etis dengan hak dan perasaan anda. Terlebih jika anda mengetahui secara pasti jumlah nominal rekan lain yang selevel dengan anda lebih besar atau jauh lebih besar dari anda. Ditambah lagi jika beban kerja anda lebih berat atau sama beratnya. Daripada anda merasa ada ganjalan, beban dan stres, lebih baik anda mulai memikirkan untuk membicarakannya. Paling tidak anda bisa bertanya mengenai persoalan anda.

Pertama kali yang harus anda lakukan jika ingin membicarakan masalah gaji, anda harus siapkan mental jika permohonan anda ditolak. Kedua, harus ada alasan yang jelas mengapa anda meminta kenaikan gaji. Pertimbangkan juga kondisi perusahaan. Apakah perusahaan dalam keadaan makmur atau sedang morat-marit. Idealnya, anda bisa meminta kenaikan gaji jika perusahaan dalam kondisi yang ‘sehat’. Jika perusahaan dalam kondisi muram, sangat tidak bijaksana kalau anda menekan perusahaan untuk menaikkan gaji anda.

Jika anda merasa layak mengajukan kenaikan gaji, nggak perlu ragu lagi, ajukan saja permohonan anda. Berikut ini adalah tindakan yang bijaksana jika anda ingin mengajukan kenaikan gaji:

- Datangi pihak yang berwenang dalam masalah penggajian. Dalam hal ini anda bisa mendatangi manager HRD atau kepala bagian personalia di perusahaan. Bicarakan secara baik-baik dan sopan tentang masalah anda.

- Permintaan kenaikan gaji tidak selalu diajukan langsung ke manager HRD, tetapi anda bisa juga meminta bantuan bos atau atasan anda. Jika kualitas hubungan anda dan bos cukup baik, nggak perlu ragu untuk membicarakan terlebih dulu pada bos. Apalagi jika kualitas hubungan bos dan manager HRD juga cukup bagus, akan lebih mempermudah pembicaraan masalah ini. Kemudian pandai-pandailah membaca situasi, apakah bos anda tidak merasa dilangkahi jika anda langsung membicarakan masalah gaji ke HRD.

- Ada baiknya sebelum membicarakan kenaikan gaji, anda bicarakan dengan teman-teman yang mungkin memiliki masalah serupa. Sehingga anda bisa mengatasi masalah ini bersama-sama. Bukankah akan terasa lebih nyaman jika bisa naik gaji tanpa ada yang merasa sirik?

- Jika perusahaan mengabulkan permohonan anda, jangan merasa di atas angin dengan bekerja seenaknya. Sudah sewajarnya anda harus meningkatkan loyalitas dan kinerja anda. Jadikan kenaikan gaji ini sebagai cambuk untuk bekerja lebih giat dan berprestasi. Ibarat suatu permainan maka anda harus bermain sebaik-baiknya.

Nah kalau gaji anda sudah naik, nggak ada alasan lagi untuk merasa stres kan? Anda pun dapat menjalani hari-hari di kantor dengan penuh kegembiraan, tanpa beban, tanpa paksaan dan tanpa penyesalan. Sehingga andapun akan lebih bergairah dalam bekerja. Karena siapapun pasti setuju bahwa gaji yang layak adalah salah satu pencetus semangat dan motivasi karyawan dalam bekerja.