Seorang Ibu Tega Memotong Lidah dan Kemaluan Anaknya

Adit (6), bocah malang ini dibuang ibunya di perkebunan sawit di Riau. Ia mengaku bibir dan lidahnya digunting ibunya.
 

 

Adit dirawat di Ruangan Bedah, RSUD Bangkinang, Kab Kampar, terpaut 60 km arah barat dari Pekanbaru, Selasa (17/12/2013). Dia didampingi Dahniar Boru Siregar, orang yang dititipi tukang sayur yang kali pertama menemukan Adit di perkebunan sawit akhir pekan lalu.
 
Bibir bawah Adit membengkak dan penuh luka. Saat disuapi, terlihat juga lidahnya bekas ada sayatan. Bocah ini menangis saat makan karena merasa pedih lidah dan bibirnya.

Adit tetap makan meski gerakan mulutnya terlihat pelan. Bocah ini terus menangis. Sesekali dia berteriak minta sayur daging ayam.

"Waktu saya tanya, Adit bilang kalau lidahnya pernah digunting ibunya. Bibirnya yang bengkak juga dia akui digunting ibunya," kata Dahniar.

Adit ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh warga di perkebunan kelapa sawit

Tak hanya itu saja, bagian kepala terdapat beberapa luka yang kini telah diperban pihak rumah sakit. "Di kepalanya ada empat bekas luka dan berlubang. Satu luka itu sudah bernanah," kata Dahniar.

Pihak polisi sendiri sudah menanyai Adit. Dari pengakuan Adit, ia ditinggalkan ibunya yang bernama Minah dan pamannya Isyam di lokasi tersebut.

Adit juga menceritakan bahwa ia selama ini memang dianiaya. Dan ini memang terlihat dari kondisi tubuhnya yang penuh dengan memar dan luka.

Menurut Alwis, untuk mengungkapkan kasus ini, pihaknya bekerjasama dengan Polsek Tandun terus berusaha mencari kedua orangtuanya. Menurut pengakuan Adit, alamat rumahnya berada di Jalan Rambutan. ‘’Kami sudah mencari di Jalan Rambutan dekat Koramil Tandun. Namun tidak ada, kita juga mencari ke Jalan Rambutan Pasirpengaraian juga tidak ada,’’ ujarnya.

Kendati pencarian yang dilakukan masih belum membuahkan hasil, pihaknya masih akan tetap melakukan pencarian pelaku penelantaran dan penganiayaan anak ini.

Sementara sekitar pukul 21.15 WIB malam tadi, Adit tiba di RSUD Bangkinang bersama P2TP2A Kampar. Menurut Sekretaris P2TP2A Kampar Hafiz Tohar begitu sampai di rumah sakit, Adit langsung diperiksa dokter. Saat ini penanganan yang dilakukan P2TP2A, melakukan perawatan hingga kondisi Adit membaik secara fisik dan mental.

Hafis menyebutkan kalau kondisi Adit ditemukan memang menggenaskan walaupun sudah dirawat. Di kepala Adit banyak bekas pukulan, sayatan atau benturan benda padat, begitu juga sekujur tubuhnya penuh luka. ‘’Bahkan bibirnya bekas digunting dan lidahnya juga,’’ ujarnya prihatin.

Pihaknya akan segera berkoordininasi dengan polisi untuk kasus hukum. Namun sementara saat ini kosentrasi saat ini adalah memperbaiki kondisi kesehatan dulu.

Bahkan yang lebih menyayat hati bocah yang dalam kondisi lemah ini ditinggal orang tuanya di pagi buta di kebun sawit PTP N V persisnya di Afdeling 4 Desa Talang Danto Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar.

Bocah ini pertama kali ditemukan oleh salah seorang pedagang sayur yang melintasi daerah tersebut dan hendak buang air kecil pada Ahad (15/12/13) sekitar pukul 09.00 wib.

Saat itu ia melihat sesosok bocah dalam kondisi tertidur dibawah pohon kelapa sawit dengan kondisi tubuh kurus dan penuh luka serta memakai topi.

Lalu pedagang sayur ini membawa bocah ini ke sebuah pondok milik warga yang tak jauh dari lokasi pertama ia ditemukan.

Sontak saja berita penemuan bocah ini dengan cepat menyebar keseluruh kampung.

Begitu juga dengan Dahniar warga Tandun ini begitu mendengar informasi tersebut langsung menuju ke pondok tempat bocah itu dititipkan.

Melihat kondisi tubuh bocah yang penuh luka ini Dahniar tanpa pikir panjang menawarkan untuk merawat bocah malang ini.

"Setelah mendapat izin dari pemilik pondok lalu anak ini saya bawa pulang dan sampai dirumah tubuhnya saya bersihkan," ujar Dahniar, Senin malam (16/12/13) ketika mendampingi bocah malang ini saat dirawat di Rumah Sakit Umum Bangkinang.

Dahniar menceritakan bahwa ia sempat bertanya kepada Bocah ini sejak kapan ia berada di kebun sawit dan siapa yang membawanya, Lalu Adit menjawab ia dibawa ketika bangun dari tidur dan dibawa oleh oom dan mamak (ibu-red-).

"Kemudian saya juga bertanya siapa yang melakukan sehingga sekujur tubuhnya penuh dengan luka, lalu Adit menjawab mamak (ibu-red) dan Bapak, dan adit juga mengatakan bahwa Bapaknya bernama Isam dan ibunya bernama Vina yang tinggal di Ujung Batu Kecamatan Rokan Hulu," ungkap Dahniar yang bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas di perusahaan PTPN V Tandun.

Informasi penemuan ini bocah ini juga sampai ke pihak PTPN V Tandun. Kemudian Pada Senin (16/12/13) pihak PTPN V membawa bocah ini ke rumah sakit milik pihak PTPN V Tandun untuk mendapatkan perawatan.

Kemudian pihak PTPN V Tandun menghubungi Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Kampar terkait penemuan bocah ini yang tengah dirawat di Rumah Sakit PTPN V Tandun.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Kampar Hafis Tohar, Senin malam (16/12/13) saat di Rumah Sakit Umum Bangkinang mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya mendapat informasi dari Humas PTPN V Tandun.

"Memperoleh informasi tersebut kami langsung menuju ke Rumah Sakit PTPN V Tandun dan setelah melakukan komunikasi anak ini langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum Bangkinang untuk mendapatkan perawatan yang itensif," ujarnya.

Dikatakannya bocah malang ini mengalami luka disekujur tubuh bahkan di bagian kepala terdapat beberapa luka bekas benda tumpul, "Bibir bocah ini bengkak dan memerah diduga bekas seperti digunting begitu juga hidungnya, bahkan di punggung bocah ini hitam seperti bekas sterika," ujarnya.

"Untuk itu kita berharap aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini dan menemukan pelakunya," harapnya.

Adit dijaga Staf Lembaga Perlindungan Anak Kampar

Diungkapkannya, saat ini Bocah malang ini sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Bangkinang, "Bocah ini dibawah tanggung jawab LPA Kabupaten Kampar dan kami mengucapkan terima kasih kepada pihak PTPN V Tandun yang telah merawat dan mengucapkan terima kasih masyarakat yang telah menemukan bocah malang ini," tuturnya.

Ibu Dahniar (42) yang sempat merawat Adit (6) sudah pulang ke kampung karena dia juga punya anak kecil. Namun jangan khawatir, malam ini staf Lembaga Perlindungan Anak Kab Kampar Riau siap menjaga Adit.

Ibu Dahniar orang pertama yang merawat Adit yang kondisinya penuh luka karena dianiaya ibu kandungnya itu. Sore tadi, Selasa (17/12/2013), Ibu Dahniar harus pulang ke rumahnya di Kecamatan Tapung Hulu, Kab Kampar. Sedangkan Adit harus tetap di rawat di RSUD Bangkinang, Ibukota Kampar.

"Saya terpaksa pulang, karena saya juga punya anak kelas 3 SD yang saya titip ke tetangga. Saya juga titipkan uang sumbangan warga di sekitar saya buat yang jaga Adit. Semoga Adit lekas sembuh," kata Dahniar Boru Siregar itu sembari mengusap air matanya dengan jilbabnya.

Ibu janda beranak dua ini, semalam suntuk menjaga Adit dari rumahnya hingga dirawat di RSUD. Dia sebenarnya ingin menjaganya, hanya karena jarak antara rumah dan RSUD terlalu jauh. Ibu ini juga dalam kondisi meninggalkan anaknya demi membawa Adit ke rumah sakit.

Pihak RS PT Nusantara V merujuk Adit ke RSUD Bangkinang

Mantan Wakil Gubernur Riau, Wan Abubakar mengutuk aksi kekerasan terhadap seorang anak bernama Adit di Riau, Senin (17/12) Menurutnya, pelaku harus diberikan hukuman setimpal atas perbuatannya.

"Polisi harus segera melakukan penyelidikan, cari tahu siapa yang melakukan tindakan tidak berperikemanusiaan itu dan berikan hukuman setimpal," kata Wan Abubakar di Jakarta, Selasa (17/12).

Adit ditemukan penuh luka siksaan. Dari penyelidikan awal polisi, Adit mengaku ditinggalkan ibunya yang bernama Minah dan pamannya Isyam di perkebunan PTPN V, Tandun, Riau.

Informasi ini menurut Wan Abubakar harus didalami polisi, apakah pelakunya orang tuanya sendiri atau ada orang lain yang terlibat. Karena banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak.

"Kejadian ini bisa saja karena banyak faktor, orang tua, konflik keluarga ataupun orang lain yang melakukannya. Tapi peristiwa semacam ini harus diantisipasi," kata Anggota DPR asal Riau itu.

Karena itu dia meminta kepolisian tidak tinggal diam. Polisi dimintak tak hanya sekedar menyelidi tapi harus mengungkap peristiwa ini secara tuntas. "Pelaku juga harus dijerat UU Perlindungan Anak," tandasnya.