Saat Karir Wanita Lebih Oke dari Pasangan

Di era teknologi informasi begini perempuan bekerja bukanlah berita baru, malah terkesan basi. Coba aja deh anda liat, sekarang perempuan Indonesia bukan cuma bisa jadi menteri, tetapi sudah menduduki kursi presiden. Ya, perempuan Indonesia sudah mengalami kemajuan beribu kali lipat di banding era Kartini. Perempuan Indonesia semakin menunjukkan eksistensinya baik di dunia usaha maupun kancah politik dan pemerintahan.

Tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa kemajuan dan kesuksesan karir seorang perempuan seringkali diikuti oleh kekhawatiran dan kecemburuan kaum lelaki, terutama pasangannya. Umumnya seorang suami merasa bahwa karir istri mengancam keutuhan dan kualitas rumah tangganya. Sehingga tak jarang, wanita karir yang sukses mengalami konflik batin berkepanjangan.


Sebetulnya nggak salah juga kekhawatiran para suami. Pada kenyataannya, wanita dengan karir yang lebih baik dari pasangan, seringkali merasa lebih oke dan lebih baik dari pasangannya. Kondisi ini secara otomatis melecut rasa 'keakuan' di diri wanita. Apalagi umumnya karir yang bagus diikuti oleh pendapatan yang besar pula. Maka semakin tinggi kedudukan dan pendapatan wanita, semakin tinggi pula rasa percaya diri wanita.

Bahkan kadang, pada sebagian wanita karir rasa pedenya terkesan berlebihan. Sehingga kadang wanita suka melakukan kesalahan fatal yaitu tidak lagi mempedulikan pasangannya. Jabatan dan kedudukan yang bagus plus gaji besar membuat anda kurang membutuhkan kehadiran lelaki di sisi anda. Akibatnya keberadaan seorang suami anda anggap sebagai simbol dan pelengkap status anda saja. Kondisi ini berpotensi besar memicu menurunnya kualitas hubungan anda dan pasangan sekaligus mengancam keutuhan rumah tangga.

Tentu saja tidak semua wanita karir yang sukses bersikap demikian tetapi jika kebetulan karir anda lebih baik dari suami, hati-hati! Sebelum anda terperangkap pada rasa pede yang berlebihan dan sebelum hubungan anda dan pasangan terganggu, anda kudu aware. Emang pede itu perlu, mutlak malah tapi kalo berlebihan malah bisa membuat anda 'sombong'. So, biar nggak salah kaprah, anda harus menyadari bahwa anda tidak sendirian. Dalam hal ini anda tetaplah wanita yang membutuhkan pasangan untuk melindungi dan mengasihi anda. Percaya deh, batin anda akan terasa gersang tanpa seseorang yang menyayangi anda, sekalipun anda memiliki karir yang hebat.

Anda juga harus menghargai pasangan dengan cara meminta pendapatnya tentang karir anda. Yakinkan bahwa anda membutuhkan doa dan dukungannya untuk tetap eksis dalam karir. Kemudian jangan lupa untuk mengatakan padanya bahwa anda punya cita-cita dan harapan. Dan karir yang anda jalani merupakan perwujudan dari usaha dalam meraih cita-cita dan harapan anda.

Tetapi sebaliknya, andapun harus memotivasi semangatnya untuk lebih maju. Jangan sampai anda melakukan tindakan dan mengucapkan sesuatu yang bisa membuatnya 'minder'. Jangan terlalu sering membanggakan karir anda di hadapannya. Ingat, pria yang karirnya tidak lebih baik dari istrinya seringkali sensitif. Maka dalam hal ini anda harus bisa menjadi penyemangat karirnya. Kan kalo dia juga sukses, yang bangga anda juga.

Satu lagi yang paling penting, anda wajib bersikap profesional untuk bisa membedakan urusan kantor dan urusan pribadi. Saat berdua dengan pasangan, jangan rusak suasana dengan membicarakan urusan kantor, apalagi yang berat-berat.

Pendek kata, buktikan bahwa anda adalah wanita karir yang punya kedudukan tinggi, gaji bagus tetapi anda juga merupakan seorang wanita yang bisa menghargai pasangan. Selain itu buktikan juga bahwa karir anda tidak mengurangi perhatian terhadap pasangan dan keluarga. Berikan pengertian bahwa istilah 'wanita karir' hanya berlaku bagi anda di kantor. Sedangkan kalau di rumah, anda adalah seorang istri bagi suami dan ibu bagi anak-anak.

So, nggak ada masalah lagi kan walau karir anda melesat jauh dibanding suami? Semua ini tergantung dari upaya anda memposisikan diri sebagai istri dan wanita karir, serta bagaimana anda mengkomunikasikan segala permasalahan yang ada. Kuncinya memang terletak pada komunikasi anda dengan pasangan. Karena mustahil deh masalah anda bisa selesai, kalau nggak ada komunikasi.

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar