Portfolio, Ajang Menjual Diri

Pernahkah anda diminta mengirimkan portfolio saat melamar pekerjaan? Belakangan ini sudah banyak perusahaan yang meminta portfolio kepada calon karyawannya saat melamar pekerjaan. Sebagian dari anda mungkin masih bingung, apa sih yang dimaksud portfolio? Portfolio merupakan kumpulan karya-karya terbaik yang telah anda buat dalam waktu tertentu.


Saat ini bisa jadi portfolio merupakan elemen terpenting dalam melamar pekerjaan. Terutama bagi anda dengan pendidikan dan pengalaman kerja yang erat dengan seni. Seperti misalnya desain grafis, arsitektur, dan fotografi. Bidang jurnalistik juga bisa anda buat dalam portfolio dengan membuat kliping tulisan dan prestasi anda.

Sedangkan isi portfolio bisa disusun berdasarkan tugas-tugas yang sudah anda buat selama anda bekerja. Ingat, dalam membuat portfolio anda anggak boleh sembarangan. Karena portfolio mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam melamar pekerjaan. Dan yang lebih penting portfolio berfungsi sebagai ajang 'menjual diri'. Portfolio juga bisa menunjukkan karakter dan kemampuan anda yang sesungguhnya. So, ada sedikit tips dalam membuat portfolio di bawah ini:

- Pilihlah karya terbaik yang anda miliki yang sekaligus mewakili selera pribadi anda. Untuk itu anda harus selektif memilih karya-karya yang anda miliki. Jangan sekalipun anda menyertakan hasil karya yang anda sendiri sadar bahwa karya itu tidak begitu bagus.

- Karya yang anda pilih harus dapat menunjukkan spesialisasi anda. Misalnya jika anda berpengalaman di bidang fotografi fashion, maka tonjolkan foto-foto fashion ketimbang foto-foto still life. Jika anda piawai dalam desain interior kantor maka tonjolkan karya desain interior terbaik anda.

- Bisa juga anda sertakan keterangan gambar dengan memuat tanggal dibuat dan sedikit penjelasan tentang karya anda. Misalnya kapan dan dalam rangka apa anda membuat karya tersebut.

- Jangan sekalipun anda menyertakan hasil karya teman atau orang lain di dalam portfolio anda. Jika orang yang karyanya anda bajak itu tahu, anda akan berurusan panjang dengannya. Anda akan dikenakan tuduhan telah melanggar HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Biar bagaimanapun lebih aman menyertakan karya asli pribadi.

- Gunakan format kertas yang tidak terlalu besar. Karena kertas yang besar selain boros, juga akan menyulitkan jika anda harus melakukan presentasi atas karya-karya anda. Lebih baik anda gunakan kertas A4, walaupun anda membuat portfolio arsitektur maupun senirupa.

- Untuk warna dasar anda bebas memilih sesuai selera anda. Tetapi agar lebih jelas mungkin anda bisa memilih hitam sebagai warna dasar hasil karya-karya anda.

Bagaimana? Sudahkah anda membuat portfolio atas karya-karya anda? Kalau anda sudah menghasilkan banyak karya, sudah saatnya anda membuat portfolio. Dengan demikian, jika sewaktu-waktu anda harus hengkang dari kantor anda sekarang, anda tinggal menyertakan portfolio tersebut jika mengirim lamaran ke perusahaan lain. Selamat membuat portfolio..!