Perilaku Narsisisme Dalam Organisasi

Coba deh perhatikan, adakah teman-teman anda di kantor yang berperilaku narsisisme? Perilaku apa lagi tuh..? Narsisisme adalah sifat manusia yang cenderung mengagumi diri sendiri secara berlebihan. Umumnya mereka dengan karakter narsisisme memiliki rasa percaya diri yang luar biasa.

Mereka merasa lebih dari orang lain dan nggak ada satu orang lainpun yang menandingi kelebihannya. Sehingga ia juga selalu mengharapkan orang lainpun akan mengagumi dirinya pula. Ia akan merasa sangat tersanjung jika orang lain memuja-mujinya setinggi langit. Sebaliknya, jika sadar ada yang melebihi kemampuannya, ia akan menganggap orang itu sebagai musuh sejatinya.


Istilah narsisisme berawal dari mitologi Yunani Kuni tentang seorang pemuda tampan bernama Narsisius. Ia adalah putra dewa sungai, Cephissus. Narsisius adalah orang yang sangat mengagumi dirinya sendiri. Ia selalu bercermin ke dalam sungai yang bening untuk melihat wajahnya yang rupawan.

Menyadari kerupawanan wajahnya, lama-lama ia jatuh cinta pada dirinya sendiri. Saking cinta pada dirinya ia rela menceburkan diri ke danau untuk menggapai bayangannya. Tragis, akhirnya ia mati di danau. Kisah tersebut akhirnya menjadi mitologi untuk menggambarkan pribadi-pribadi yang mengagumi dirinya secara berlebihan.

Di dalam suatu organisasi, individu dengan karakter narsisisme selain senang segala macam sanjungan dan puja-puji, mereka sangat independent dan sulit didekati. Mereka juga sangat terpacu oleh kekuasaan dan kesuksesan. Memang, pribadi narsisisme adalah pribadi yang penuh ambisi dan visi.

Umumnya, jika mereka duduk di kursi kepemimpinan, mereka bisa menjadi inovator yang handal. Tetapi karena ambisinya, pribadi narsisisme cenderung memiliki jiwa kompetisi yang berlebihan. Parahnya, ia cenderung menghalalkan segala cara untuk meraih ambisi dan menyalurkan jiwa kompetisinya. Nggak heran jika mereka juga memiliki jiwa manipulatif.

Pribadi narsisisme sulit menerima kritik dan tidak memiliki empathy terhadap orang lain. Mereka juga bukan pendengar yang baik. Mereka cenderung membuat keputusan tanpa mengindahkan orang dan memaksa orang lain untuk mendengarkan ceritanya tanpa mau mendengar cerita orang lain. Mereka juga sulit berbagi dengan orang lain dan meminta orang lain untuk mengikuti jadwalnya.

Pendek kata, perilaku individu narsisisme di dalam organisasi selalu terpusat pada diri sendiri (self centered). Karena ia merasa dialah yang superior, paling mampu, paling pandai, paling penting, dan paling segalanya. Mereka akan sangat puas jika semua orang mengakui kehebatannya.

Nah bagaimana dengan rekan-rekan anda di kantor? Adakah yang berpribadi narsisime? atau mungkin anda sendiri? Yang jelas, perilaku narsisime bukanlah perilaku yang layak ditiru. Di satu sisi, memang ada sisi positif dari pribadi narsisisme yaitu penuh inovasi, percaya diri, dan independent. Tentu saja, sisi positif ini bisa anda contek untuk menambah kualitas diri anda. Selebihnya lebih baik anda tinggalkan saja.

Ingat, untuk meraih sukses anda tidak bisa mengandalkan diri sendiri, seberapapun hebat dan berkualitasnya anda. Selalu dibutuhkan sosialisasi, interaksi, kerjasama, kekompakan, dan kerelaan untuk berbagi dan mendengarkan. Ok, selamat meraih sukses tanpa karakter narsisime..!