Toolbox

Language Selection


Please Login


 Most View
Pentingnya Kontak Mata Saat Wawancara
Selain penampilan dan cara bicara, satu hal yang tidak boleh anda abaikan saat wawancara adalah 'kontak mata'. Karena lewat kontak mata diyakini dapat diketahui karakter anda sesungguhnya yang tidak dapat terlihat sekilas secara kasat mata.

Karena itu jika anda menghadiri wawancara jangan lupa untuk menjaga 'kontak mata' dengan pewawancara. Kontak mata yang wajar namun menyiratkan percaya diri adalah kontak mata yang harus anda lakukan dengan si pewawancara. Tapi tentu saja tidak perlu menatap terlalu tajam atau sebaliknya menatap dengan redup pada si pewawancara. Anda harus dapat mencerminkan profesionalisme anda lewat kontak mata yang anda lakukan.





Pada dasarnya, dengan kontak mata dapat diketahui tingkat percaya diri anda. Kontak mata yang yang tetap terjaga menandakan bahwa anda cukup percaya diri. Sebaliknya jika anda seringkali mengalihkan pandangan dari mata si pewawancara menandakan anda pribadi yang kurang pede, sering nervous, gelisah, dan kurang optimis.

Selain itu kontak mata yang terjaga juga mempengaruhi anda dalam menyerap isi pesan dari si pewawancara. Sehingga dari kontak mata juga dapat diketahui apakah anda seorang yang tanggap atau sebaliknya. Karena untuk bisa tanggap terhadap isi pembicaraannya, anda tidak bisa hanya mengandalkan pendengaran, tetapi juga harus menyimak lewat matanya.

Dengan kontak mata juga bisa diketahui tingkat kejujuran anda lewat komunikasi yang anda sampaikan. Konon, jika anda tidak jujur, akan tercermin lewat tatapan mata anda. Dan kalau anda jujur, juga akan terbaca lewat mata anda. Karena biasanya pewawancara adalah orang-orang yang cukup berpengalaman dalam menilai karakter orang lain. Mereka adalah orang-orang yang terbiasa menilai orang lain secara keseluruhan baik lewat pembicaraan, penampilan termasuk lewat kontak mata.

Nah sudah tahu kan pentingnya menjaga kontak mata saat wawancara? So, kalau anda akan menghadapi wawancara, siap-siap menjaga kontak mata. Tapi tentu saja jangan mentang-mentang bisa menjaga kontak mata, anda lupa menjaga penampilan dan gaya bicara anda. Usahakan agar cara bicara dan kontak mata anda seimbang, plus ditunjang penampilan fisik yang oke. Kesimpulannya, semua ini harus bisa mencerminkan intelektualitas dan profesionalisme anda.

Share Article on...
Your Email Address

Other Article
Ya Kekasih, Ya Partner Bisnis
Ya Kekasih, Ya Partner Bisnis
Menjalankan bisnis bareng orang-orang tersayang? Rasanya sudah cukup banyak bukti tentang kisah sukses. Jadi menjalankan bisnis bareng dengan orang yang kita cintai memang sesuatu yang sangat wajar.   Selama ini, mungkin secara tidak sadar Ibu dan Bapak alias orang tuakita ini sudah telah menjalankan bersama-sama. Dan kegiatan bisnis dikerjakan dengan orang-orang tercita itu tel......

Mengkritik si Reputable
Mengkritik si Reputable
Tahukah anda? Seberapapun halusnya kritik tetap aja nggak enak didengar. Bahkan orang yang memang bersalah sekalipun sesungguhnya tidak suka dikritik, terlebih jika kritik dilakukan di depan orang lain. Apalagi jika orang yang anda kritik adalah orang yang selama ini memiliki reputasi bagus di kantor. Umumnya, walau mereka yang reputable selalu ingin sempurna dalam bekerja, tetapi saat menerim......

Profesi Sampingan Bila PHK Menimpa
Profesi Sampingan Bila PHK Menimpa
Kondisi ekonomi dan politik Indonesia yang masih tak menentu, menuntut anda untuk selalu waspada dan siap terhadap segala kemungkinan buruk yang bakal terjadi. Terutama menyangkut keamanan ‘kerja’ anda. Karena bukan tidak mungkin, kondisi negeri ini yang masih jauh dari ‘aman’ membuat gulung tikar dan tutupnya perusahaan tempat anda bekerja. Tentu saja tidak ada ......

Hidupkan Humor di Kantor
Hidupkan Humor di Kantor
Kehidupan di kantor identik dengan suasana formal, serius, sibuk dan stress. Karyawan-karyawan yang terlalu serius bekerja lebih sering menampakkan dahi berkerut dan raut wajah stress daripada wajah yang segar dan ceria. Kalau anda terus larut dalam kesibukan dan stress akibatnya anda tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup, sekalipun anda memiliki banyak uang.   Tahukah anda......

Bedanya Ambisi Dan Rasa Tidak Puas
Bedanya Ambisi Dan Rasa Tidak Puas
Dalam hidup, orang sering merasa tidak puas. Mereka lalu bertanya-tanya dalam hati, mengapa? Apakah karena terlalu berambisi? Menurut Laurie Ashner dan Mitch Meyerson, pengarang buku When Is Enough, Enough, orang yang tidak puas dan yang ambisius berbeda. Perbedaan itu di antaranya adalah:   1. Orang ambisius merasa bertambah semangat ketika semakin mendekati tujuan. Sebaliknya, ......