Pentingnya Kontak Mata Saat Wawancara

Selain penampilan dan cara bicara, satu hal yang tidak boleh anda abaikan saat wawancara adalah 'kontak mata'. Karena lewat kontak mata diyakini dapat diketahui karakter anda sesungguhnya yang tidak dapat terlihat sekilas secara kasat mata.

Karena itu jika anda menghadiri wawancara jangan lupa untuk menjaga 'kontak mata' dengan pewawancara. Kontak mata yang wajar namun menyiratkan percaya diri adalah kontak mata yang harus anda lakukan dengan si pewawancara. Tapi tentu saja tidak perlu menatap terlalu tajam atau sebaliknya menatap dengan redup pada si pewawancara. Anda harus dapat mencerminkan profesionalisme anda lewat kontak mata yang anda lakukan.


Pada dasarnya, dengan kontak mata dapat diketahui tingkat percaya diri anda. Kontak mata yang yang tetap terjaga menandakan bahwa anda cukup percaya diri. Sebaliknya jika anda seringkali mengalihkan pandangan dari mata si pewawancara menandakan anda pribadi yang kurang pede, sering nervous, gelisah, dan kurang optimis.

Selain itu kontak mata yang terjaga juga mempengaruhi anda dalam menyerap isi pesan dari si pewawancara. Sehingga dari kontak mata juga dapat diketahui apakah anda seorang yang tanggap atau sebaliknya. Karena untuk bisa tanggap terhadap isi pembicaraannya, anda tidak bisa hanya mengandalkan pendengaran, tetapi juga harus menyimak lewat matanya.

Dengan kontak mata juga bisa diketahui tingkat kejujuran anda lewat komunikasi yang anda sampaikan. Konon, jika anda tidak jujur, akan tercermin lewat tatapan mata anda. Dan kalau anda jujur, juga akan terbaca lewat mata anda. Karena biasanya pewawancara adalah orang-orang yang cukup berpengalaman dalam menilai karakter orang lain. Mereka adalah orang-orang yang terbiasa menilai orang lain secara keseluruhan baik lewat pembicaraan, penampilan termasuk lewat kontak mata.

Nah sudah tahu kan pentingnya menjaga kontak mata saat wawancara? So, kalau anda akan menghadapi wawancara, siap-siap menjaga kontak mata. Tapi tentu saja jangan mentang-mentang bisa menjaga kontak mata, anda lupa menjaga penampilan dan gaya bicara anda. Usahakan agar cara bicara dan kontak mata anda seimbang, plus ditunjang penampilan fisik yang oke. Kesimpulannya, semua ini harus bisa mencerminkan intelektualitas dan profesionalisme anda.