Nyaman Bekerja di Saat Hamil

Bagi wanita karir, kehamilan memang bukan halangan untuk tetap bekerja. Karena kehamilan merupakan peristiwa alamiah yang mau tidak mau akan dialami oleh wanita normal manapun, termasuk wanita pekerja. Tetapi kehamilan bagi wanita pekerja tetaplah harus mendapat perhatian khusus.



Paling tidak si calon ibu harus lebih berhati-hati dibanding saat sebelum hamil, karena ada mahluk hidup di dalam rahimnya. Anda yang kini tengah hamil, coba deh perhatikan hal di bawah ini:

Lingkungan fisik
Lingkungan fisik menyangkut peralatan di kantor yang bisa menimbulkan radiasi, pencahayaan, getaran, kebisingan, sinar ultraviolet, dll. Peralatan kerja tersebut seperti layar komputer, telepon genggam, mesin faksimil, dan mesin-mesin lainnya. Efek yang ditimbulkan oleh peralatan tersebut bisa mempengaruhi kehamilan. Tetapi mau nggak mau anda harus bersinggungan dengan benda-benda tersebut setiap hari. Untuk meminimalkan resiko kehamilan, anda perlu melindungi diri. Misalnya dengan memasangkan filter di layar komputer. Dan setiap 30 menit sekali alihkan pandangan anda dari layar komputer. Batasi pembicaraan lewat ponsel, misalnya tidak lebih dari 10 menit.

Hubungan dengan rekan kerja
Interaksi dengan sesama rekan kerja juga mempengaruhi kondisi kesehatan anda selama masa kehamilan. Hubungan yang penuh konflik dan tidak sehat akan menimbulkan tekanan pada wanita hamil. Sehingga ini akan mempengaruhi kondisi kehamilan. Mental yang 'down' akan mengurangi nafsu makan dan gairah sehingga kesehatan anda akan menurun perlahan-lahan. Sebisa mungkin hindari konflik selama masa kehamilan. Jagalah hubungan baik dengan semua rekan kerja. Ciptakan hubungan yang menyenangkan dan nyaman dengan semua rekan kerja.

Beban kerja
Beban kerja yang cukup berat akan menyebabkan wanita hamil cepat lelah, pusing dan stres. Kondisi ini tentu saja dapat mempengaruhi kehamilan. Nah untuk menghindari stres akibat beban kerja, anda harus menyicil pekerjaan sebelum 'deadline' mendesak. Kerjakan tugas berdasarkan prioritas. Jika menemui kesulitan jangan ragu untuk meminta bantuan pada rekan kerja yang lebih mengerti. Pasti mereka maklum kok dan bersedia membantu anda, mengingat kondisi anda yang tengah berbadan dua.

Istirahat
Bisa dimaklumi jika anda merasa cepat lelah saat hamil. Beban yang ada di rahim memang mau nggak mau membuat anda lebih cepat lelah di banding saat tidak hamil. Untuk itu ketika anda mulai merasa lelah, beristirahatlah sejenak. Misalnya dengan berjalan-jalan dan menghirup udara segar di luar ruangan.

Makanan
Hal yang tak kalah penting adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi selama masa kehamilan. Jangan sembarangan membeli makanan di luar kantor. Jika anda membeli makanan di luar yakinkan bahwa makanan tersebut higienis dan cukup mengandung gizi.

Hindari rekan kerja yang mengandung virus
Jika rekan kerja anda sedang terserang penyakit menular seperti influensa, jangan mendekat untuk menghindari resiko tertular. Karena sakit yang diderita wanita hamil akan berpengaruh juga pada kesehatan janin. Selain itu jauhkan diri anda dari rekan kerja yang merokok. Asap rokok termasuk bahan kimia beracun yang jika terhirup wanita hamil akan mengganggu pernapasan dan mengakibatkan kebutuhan oksigen janin tidak terpenuhi.

Dengan demikian, anda tetap nyaman bekerja sekalipun perut anda semakin membuncit. Nah menjelang kehamilan memasuki usia 9 bulan, anda bisa bersiap-siap mengurus cuti melahirkan untuk menyambut 'si kecil'.