Merubah Kebiasaan Buruk Teman

Dimana-mana yang namanya kebiasaan buruk itu selalu menjengkelkan. Siapapun orangnya, jika memiliki kebiasaan buruk tidak akan disukai dalam pergaulan. Tapi bagaimana jika sahabat atau teman akrab anda di kantor yang memiliki kebiasaan buruk? Anda tentu tidak tinggal diam kan..? Sebagai teman dekatnya alangkah baiknya jika anda membantu untuk merubahnya.

Kebiasaan buruk itu memang macam-macam. Misalnya sering lupa mengembalikan barang yang dipinjam dari teman lain, sering membicarakan hal negatif tentang orang lain, sering menggunakan telepon di meja teman untuk keperluan pribadi, dan lain-lain. Kalau dibiarkan, kebiasaan buruk ini bisa saja berakhir pada konflik dengan teman-teman sekantor. Sebagai sahabatnya, anda bisa kok membantu merubahnya. Caranya...? coba simak deh tips di bawah ini:
 
 

* Setiap kali teman anda melakukan kebiasaan buruknya, jangan langsung menyalahkannya. Sebaliknya katakan bahwa setiap manusia bisa merubah kebiasaan buruknya asalkan ada kesadaran dan kemauan yang kuat dari dalam dirinya. Hal ini akan mendorong teman anda untuk merubah kebiasaan buruknya, ketimbang anda terus menerus menyalahkannya.

* Katakan bahwa ia tidak sendirian. Sampaikan padanya bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang bekerja di kantor tersebut. Masih banyak teman lain yang sama-sama bekerja. Dan kondisi ini mengharuskan ia untuk pandai bertoleransi dan menjaga perasaan orang lain, dengan cara menanggalkan kebiasaan buruknya.

* Katakan bahwa anda bersedia untuk membantu merubah kebiasaan buruknya. Setiap kali ia kembali pada kebiasaan buruknya, alihkan perhatiannya pada hal lain. Misalnya dengan mengingatkannya pada pekerjaannya yang belum tuntas.



* Beri penghargaan. Tak ada salahnya jika anda memberikan pujian padanya setiap kali ia berhasil menghilangkan kebiasaan buruknya. Hal sepele ini bisa menjadi 'support' baginya untuk menanggalkan kebiasaan buruknya sama sekali.

Jika anda melakukannya dengan tulus, berarti anda telah membuktikan sebagai sahabat sekaligus rekan kerja yang baik baginya. Percayalah ketulusan anda dalam membantunya akan membuat ia bertekad menjadi pribadi yang lebih baik, bukan saja demi anda tetapi juga bagi dirinya sendiri dan lingkungannya.