Menyiasati Kebiasaan Pelupa

Pernahkah anda mendadak jadi pelupa, seperti lupa menghubungi klien, lupa meletakkan hand phone, bahkan lupa makan. Atau pernahkan anda lupa apa yang sebenarnya anda cari ketika membuka laci meja anda? Padahal tadinya anda begitu memerlukan benda itu. Nah kalau anda mulai jadi pelupa, hati-hati, jangan sampai keterusan karena merugikan banyak hal terutama profesionalisme anda.



Memang, belakangan ini penyakit ‘lupa’ bukan cuma melanda para lansia (lanjut usia), eksekutif muda pun banyak yang tiba-tiba jadi pelupa. Bahkan orang-orang jenius yang memiliki daya ingat istimewa pun dapat terjangkit penyakit lupa. Kalau dibiarkan tentu saja sifat pelupa ini, terlebih bagi anda yang masih muda, akan semakin merugikan dan berdampak pada karir anda.

Sebenarnya, penyakit lupa pada anda yang masih muda disebabkan karena anda kurang menaruh perhatian pada hal-hal yang semestinya anda ingat. Berbeda dengan pelupa ala lansia. Penelitian menunjukkan kekuatan otak memori para lansia memang semakin menurun seiring dengan betambahnya usia. Orang kerap menyebut sakit pelupa pada lansia ini dengan istilah ‘pikun’.

Tetapi, jangan khawatir, bagi anda baik tua atau muda, ada cara untuk mengatasi dan mencegah ‘pelupa’. Caranya yaitu dengan mendidik diri anda sendiri untuk untuk memikirkan segala sesuatunya dengan kesadaran dan konsentrasi penuh. Misalnya ketika anda menyimpan proposal kerja sama dengan klien, ingatlah dimana anda menyimpannya. Saat itu jangan biarkan otak anda diganggu oleh pikiran-pikiran lain. Kemudian pastikan anda memiliki gambaran yang jelas ketika anda membutuhkannya lagi.

Selain itu, untuk mempertahankan daya ingat anda, biasakan untuk meletakkan sesuatu dengan alasan tertentu. Misalnya anda meletakkan kacamata di laci paling atas alasannya karena mudah terjangkau setiap anda ingin menggunakannya. Kemudian anda menyimpan dokumen pekerjaan yang paling penting di laci paling bawah karena anda ingin dokumen tersebut lebih aman dan sulit dijangkau oleh orang lain.

Atau ketika anda tengah mengkonfirmasi pertemuan dengan klien, ingatlah dengan siapa, dimana, dan kapan pertemuan itu diadakan. Kemudian ingat-ingatlah dengan berbicara dalam hati ‘pertemuan dengan si A pukul sekian bertempat di Hotel X’. Namun, untuk mencegah ‘lupa’, catatlah dengan lengkap setiap perjanjian yang telah anda lakukan. Begitu juga setiap anda selesai mengerjakan apapun. Catatlah di buku agenda anda, apa saja yang anda kerjakan pada hari itu, jam sekian sampai jam sekian.

Khusus untuk hal-hal yang sifatnya lebih penting dan berhubungan dengan ‘waktu’, seperti janji pertemuan dengan klien, waktu rapat, dan deadline, catatlah di sebuah kertas untuk kemudian anda tempelkan di meja kerja atau di tempat yang mudah terjangkau penglihatan anda. Atau gunakan kalender meja untuk menandai waktu-waktu penting anda. Bulatkan dengan spidol berwarna mencolok setiap tanggal, dimana anda harus anda harus melakukan dan menyelesaikan sesuatu.

Di samping itu, penelitian menunjukkan bahwa kekuatan memori seseorang dapat ditingkatkan melalui aktivitas ringan yang merangsang daya pikir. Diantaranya dengan mengisi TTS (teka teki silang), bermain scrabble (menyusun kosa kata), dan catur. Aktivitas ringan ini menurut para ahli, dapat memperkuat sel-sel otak dalam meningkatkan daya ingat. Latihan fisik seperti olahraga juga dapat membantu mempertajam daya ingat anda, karena olahraga dapat menyegarkan pikiran dengan memperlancar peredaran darah ke otak.

Hal yang tak kalah penting adalah sempatkan waktu anda untuk bersantai dan istirahat. Karena hal ini dapat mengendurkan sel-sel saraf anda setelah lelah bekerja dan berpikir. Dan lagi stress yang ditimbulkan akibat kerja keras bisa melecut berkurangnya kekuatan memori anda. Nah sebelum anda ‘pikun’, buruan deh mencegahnya.

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar