Menolak Tugas Dari Bos Bukan Pantangan

Hari-hari ini, agak susah mencari pekerjaan kantoran yang bebas dari office politics. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja Anda sadar bahwa Anda ternyata 'dipergunakan' oleh orang-orang tertentu di kantor untuk kepentingan mereka. Biasanya, orang-orang itu ternyata bos Anda sendiri.


 
Lalu, kalau ternyata Anda diberi perintah-perintah yang seharusnya tak perlu dilakukan, sopankah menolaknya? Inilah hal-hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Pertimbangkan respons Anda dengan hati-hati. Apa pun keputusan Anda, lakukan dengan penuh taktik dan sopan.

2. Perlihatkan sikap yang jelas bila Bos memberi tugas yang 'tidak layak', misalnya dengan mengatakan, "Yang Anda maksudkan, Anda ingin saya mengerjakan tugas-tugas personal Anda?"

3. Kemukakan pendapat atau perasaan Anda. Katakan pada bos Anda bahwa Anda merasa tidak nyaman dengan situasi ini dan berikan kesempatan padanya untuk mengubah kondisi itu.

4. Cari cara agar si Bos tahu bahwa beliau tidak boleh menyuruh orang lain - meskipun bawahannya sendiri - untuk kepentingan pribadi. Misalnya, bila Anda diminta membelikan kado untuk istrinya, Anda bisa saja bilang bahwa, "Saya tahu bagaimana rasanya diberi kado oleh seseorang yang mencari dengan susah-payah."

5. Biarkan orang lain campur tangan. Kalau bos Anda sudah terlalu jauh mengobrak-abrik kehidupan kantor Anda, boleh saja Anda melapor ke divisi sumber daya.

Agar Anda bisa melakukan hal-hal di atas, ingatlah bahwa sebelumnya Anda juga harus tahu dengan jelas hak-hak Anda sebagai karyawan. Hak ini mencakup lingkungan kerja yang aman, bebas dari diskriminasi dan pelecehan seksual, serta kesempatan untuk mengutarakan pendapat.

(M)