Menolak Lembur Saat Darurat

Kadang kita memang perlu bekerja 'lembur' untuk mengejar 'deadline' yang sudah mendesak ataupun untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak cukup diselesaikan dari pagi hingga sore hari. Dan sebagai karyawan yang 'loyal' tentu anda nggak akan lari atau menghindar dari keharusan lembur.

Tetapi bagaimana seandainya saat anda harus lembur, ada keperluan lain yang lebih 'urgent'? Misalnya anak anda sakit keras dan anda harus segera mengantarnya ke dokter. Jika anda menghadapi kasus begini, jangan panik! Anda harus belajar membuat prioritas. Mana yang harus anda lakukan.
Seandainya anda memang tidak bisa lembur, anda tidak perlu takut berterus terang pada bos. Katakan pada bos bahwa anda tidak bermaksud memanfaatkan masalah pribadi sebagai alasan untuk menolak lembur. Sampaikan masalah anda dengan serius. Yakinkan pada bos bahwa anda tidak sekedar mencari alasan.

Tetapi setelah itu anda harus menawarkan jalan keluar atau solusi yang tidak merugikan anda dan juga bos. Misalnya dengan mencari pengganti anda untuk lembur. Tentunya pengganti anda itu harus mengerti pekerjaan yang harus anda selesaikan. Dan tentu saja dengan catatan ia bersedia menggantikan anda.

Kalau kebetulan tidak ada yang bisa menggantikan anda, katakan bahwa anda bersedia datang esok hari lebih awal untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan lembur sore harinya sampai pekerjaan itu tuntas.

Jika bos anda bijak, ia akan memaklumi masalah anda dan tidak akan memaksa anda untuk lembur. Dan jika jalan keluar yang anda tawarkan tidak bisa dilaksanakan, biasanya bos punya kebijakan sendiri untuk mengatasinya. Dan bisa jadi, sebagai bos yang cukup manusiawi, ia akan menyampaikan ucapan sebagai tanda bahwa ia ikut prihatin atas masalah yang menimpa anda.

Tapi ingat, setelah anda menolak lembur anda tetap harus menunjukkan semangat, produktivitas dan profesionalisme anda. Jangan sampai anda kehilangan semangat karena masalah pribadi yang pernah menimpa anda. Dan jangan sekalipun anda menolak lembur ataupun tidak masuk kerja hanya karena 'malas'. Karena jika anda tetap menunjukkan semangat dan loyalitas yang tinggi, bos nggak akan ada alasan untuk tidak mempertahankan anda.

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar