Menghadapi si Tukang Ribut

Berada di lingkungan kantor yang notabene banyak individu di dalamnya memang menuntut anda untuk pandai-pandai menyesuaikan diri. Karena mau nggak mau anda memang harus berinteraksi dengan rekan-rekan kantor yang terdiri dari berbagai karakter. Ada yang pemarah, pendiam, pemalu, cuek, cerewet, pintar, dan masih banyak lagi.

Bagi anda yang supel dan pandai bergaul tentu nggak menemui hambatan berinteraksi di kantor kan…? Karena tentu anda punya cara tersendiri untuk menghadapinya. Tapi pernah nggak sih anda ngalamin punya beberapa temen kantor yang tukang ribut…? Kalau ributnya cuma pas jam istirahat mungkin nggak masalah. Tapi bagaimana jika keributannya tidak mengenal cuaca..? Saat yang lain sibuk dan konsentrasi bekerja mereka sibuk kasak-kusuk sambil tertawa-tawa dengan keras. Saat yang lain serius mereka bercanda dengan suara yang tidak bisa dibilang pelan. Kondisi ini menyebabkan anda terganggu kan..? Anda jadi sulit berkonsentrasi dan menyelesaikan pekerjaan.
 
Cara menghadapinya pertama-tama mungkin anda harus lebih sabar dan mencoba untuk menenggang keributan yang ada di kantor. Yang penting anda sendiri tidak perlu ikut-ikutan ‘heboh’. Tapi kalau telinga anda nggak tahan lagi, coba atasi dengan mendengarkan lagu-lagu yang ada di komputer dengan bantuan ‘earphone’, dengan catatan anda sudah terbiasa bekerja sambil mendengarkan musik. Tapi kalau anda sulit konsentrasi dengan suara musik, anda harus memakai cara lain. Misalnya menyumbat telinga anda dengan bulatan kapas. Walau terlihat ganjil, apa boleh buat. Siapa tahu dengan cara ini teman-teman anda yang ribut akan menyadari bahwa keributannya cukup mengganggu konsentrasi anda dan rekan-rekan lainnya.

Jika cara tersebut tak mampu meredam suara-suara yang ribut, cobalah mengajak mereka bicara secara baik-baik. Katakan bahwa anda cukup terganggu dengan keributan yang diciptakannya dan sulit konsentrasi bekerja. Tanyakan apakah mereka bisa mengurangi atau menghilangkan keributannya. Tapi kalau bisa jangan sendirian saat bicara dengan mereka. Lebih baik anda mengajak beberapa rekan yang juga terganggu dengan keributan itu. Bicaralah di saat yang tepat, misalnya saat makan atau istirahat siang. Katakan bahwa sebenarnya anda pun suka bercanda dan tertawa tapi di saat-saat santai dan istirahat saja.

Kalau semua cara yang anda tempuh nggak ada hasilnya alias nihil, terpaksa bicarakan masalah ini dengan bos. Kemukakan permasalahannya secara objektif tanpa nada tendensius. Kalau bos anda bijaksana, ia pasti akan menyelesaikan masalah ini secara ‘fair’. Selanjutnya jangan kaget seandainya ada diantara si biang ribut yang bersikap memusuhi anda. Jangan ambil pusing, yang penting ia sudah nggak berani ribut lagi. Kalau anda tetap menunjukkan sikap kooperatif dan bersahabat, lama-lama mereka akan menyadari bahwa anda nggak layak dimusuhi. Selamat bekerja…!