Menghadapi Si Kreatif yang Tak Terduga

Sebagai bos atau pimpinan suatu divisi pekerjaan tentu senang dong memiliki anak buah atau bawahan yang kreatif. Karena mereka yang kreatif umumnya kerap menghasilkan karya yang memuaskan. Tapi ini, konon, orang-orang yang daya kreativitasnya tinggi cenderung eksentrik dan agak-agak semaunya.

Kalau lagi ‘mood’ ia bisa seharian nggak nengok kiri kanan saking asyik dan konsentrasinya bekerja. Dan hebatnya kalau lagi mood, hasil kerjanya bener-bener bagus bahkan kadang lebih bagus dari yang diharapkan. Jeleknya, kalau moodnya lagi nggak bagus, kadang ia sulit banget menyelesaikan satu pekerjaan. Malah kalau moodnya bener-bener ‘ancur’, ia akan menghilang dari peredaran di kantor. Nah kalau begini tentu saja anda sebagai bos akan kewalahan dan kelimpungan karena pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya jadi nggak jelas ‘juntrungannya’.

Sampai saat ini masih sedikit bos yang memahami cara menghadapi karyawan yang kreatif. Nah kalau kebetulan anda bos yang memiliki karyawan yang kreatif sekaligus ‘moody’, anda perlu kiat untuk menghadapinya. Di bawah ini adalah kiatnya:

* Berikan tujuan yang jelas serta tekankan pada tujuan tersebut. Tapi tekanan ini bukan berarti mengekang kebebasan kreatifitas mereka. Untuk itu anda harus meyakinkan mereka yang kreatif bahwa hasil karya mereka memang dibutuhkan. Mereka juga harus ditekankan pada kebutuhan dari produk yang dihasilkan. Pendefinisian masalah secara tepat harus diberikan pada mereka.

* Berikan kritik yang konstruktif dan pujian yang wajar. Ingat, orang-orang yang kreatif selalu haus akan kritik, evaluasi dan pujian. Karena hal ini dapat meningkatkan dan memacu kreatifitasnya. Pengakuan terhadap kreativitasnya akan membuat mereka bangga dan merasa istimewa. Dan kondisi ini akan menyehatkan daya kreatifnya.

* Berikan rasa aman dan nyaman pada mereka dengan menjaga hubungan baik. Kalau perlu akrabkan mereka tanpa mengurangi wibawa anda sebagai bos. Rasa aman dan nyaman yang dirasakan si kreatif dapat mengoptimalkan rasa percaya dirinya yang dapat berpengaruh pada proses kreativitasnya. Ingat, rasa tidak nyaman dan takut hanya akan membuat kreativitas mereka ‘mandul’.

* Bersedialah menjadi pendengar yang baik atas ide-ide kreatifnya. Sekaligus berikan kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri, sejauh tidak merugikan anda dan perusahaan. Kadang jika diberi kebebasan, mereka dapat menghasilkan karya yang 'spektakuler'. Pada dasarnya mereka membutuhkan pemimpin yang tidak mengekang tapi juga tak terlalu membebaskan.

* Berikan toleransi pada kegagalan yang dilakukannya. Karena tidak semua gagasan si kreatif bisa diwujudkan dengan baik. Jangan mencela kegagalannya, tapi sebaliknya, besarkan hatinya, bahwa kegagalan ini adalah hal yang manusiawi dan dapat menjadi pelajaran untuk karya mendatang. Karena, seperti yang lainnya, mereka juga membutuhkan toleransi untuk kelemahan pribadinya. Biasanya bagi orang yang kreatif, kegagalan bisa jadi cambuk untuk kesuksesan. Tapi kalau kegagalan yang dilakukannya terjadi beberapa kali, anda perlu menegur dan memberi peringatan yang lebih tegas.

* Hargai aktivitas mereka di luar perusahaan, karena umumnya orang-orang yang kreatif tidak puas hanya beraktivitas di perusahaan. Mereka membutuhkan lingkup yang lebih luas untuk berkreasi. Sepanjang tidak mengganggu pekerjaan di perusahaan, anda tidak berhak melarangnya. Bahkan kadang, dengan kreasinya di luar dapat meningkatkan kualitas kreativitas di perusahaan. Tapi jika aktivitas di luar sampai mengganggu pekerjaan, anda harus menegurnya secara terbuka.

Tentu saja, daftar kiat di atas bukanlah saran yang mutlak. Malah mungkin anda sendiri memiliki kiat yang lebih jitu dalam menghadapi si kreatif yang ‘moody’. Tapi ingat, perlakuan dan perhatian anda yang istimewa terhadap si kreatif bukan berarti anda melupakan anak buah lainnya. Toh mengistimewakan si kreatif bukan berarti anda tidak bijaksana kan?