Menghadapi Rekan yang Pemarah

Di kantor anda pasti memiliki banyak teman dan rekan kerja dengan berbagai tipe dan karakter. Ada yang ramah, cuek, pintar, sampai pemarah. Tipe yang terakhir ini biasanya sering membuat anda dan rekan lain pusing menghadapinya. Karena orang yang pemarah cenderung sensitif, cepat tersinggung dan selalu uring-uringan. Sehingga, biasanya orang yang pemarah cenderung tidak memiliki banyak teman. Lebih tepatnya orang malas bergaul dengan orang yang pemarah.

 
Tetapi kalau anda mau bersikap bijaksana, jangan langsung menjauhi rekan yang pemarah ini. Lakukan pendekatan personal padanya. Karena siapa tahu, sikap pemarahnya disebabkan lingkungan kantor yang tidak nyaman baginya. Nah kalau anda mau mencoba mendekati rekan yang pemarah, berikut ini kiatnya:

Cobalah anda identifikasi penyebab kemarahannya. Apa saja yang menyebabkan ia marah. Apakah saat sedang banyak pekerjaan atau karena ia punya banyak masalah lain di luar pekerjaan. Lihatlah masalahnya dengan objektif.

Kemudian analisa dan simpulkan penyebab kemarahan tadi. Jika anda sudah tahu masalahnya, ambil tindakan di saat yang tepat. Misalnya saat moodnya sedang bagus seperti saat istirahat atau habis gajian. Ajaklah ia bicara dari hati ke hati dan beri tahu tentang kekurangannya selama ini. Jelaskan pula dampak dari sikapnya selama ini. Ada baiknya anda nyatakan ketidaksetujuan anda atas sikapnya. Namun jangan bernada ‘mengkritik’, cobalah dengan menyampaikan saran dan masukan atas sikapnya. Dan berikan solusi jika ia mengungkapkan masalah.

Jika anda menyampaikan dengan nada dan sikap yang bijaksana plus pendekatan yang cukup simpatik, pasti ia akan menghargai anda. Kemudian ajaklah ia untuk menghadapi masalah dengan lebih rileks. Ajari juga ia untuk mengenal ‘humor’. Lambat laun sikap pemarahnya akan berubah menjadi lebih ‘jinak’ dan bisa jadi ia akan menjadi sahabat yang menyenangkan bagi anda. Tetapi perlu dicatat, hanya yang memiliki kepedulian sosial yang tinggilah yang ‘care’ terhadap rekan pemarah ini.