Menghadapi Rekan Kerja yang Bossy

Coba deh anda perhatikan rekan-rekan di lingkungan kantor anda. Adakah yang gayanya bossy alias berlagak seperti bos? Rekan yang bergaya bossy ini sebetulnya sih posisinya sama aja seperti yang lain. Maksudnya bukan berada di level manajer apalagi direktur. Tetapi gayanya itu loh yang bak seorang bos.

Rekan kerja yang bossy punya kebiasaan memerintah atau mengatur sesama rekannya tanpa ada rasa 'nggak enak hati'. Misalnya ia suka bilang pada temannya, "Gue pengin ruangan ini rapih dan bersih. Coba ya kamu jaga kerapihan dan kebersihan..". Atau lain kali dia akan bilang, "Kalo jam kerja jangan suka ngobrol ya, kerja doong..". Memang sih apa yang diucapkannya itu benar. Tetapi seringkali si bossy ini menyampaikan dengan cara yang sama sekali tidak simpatik, sehingga sama sekali nggak enak di denger.


Parahnya, si bossy juga suka memerintah rekannya untuk kepentingan dirinya sendiri. Misalnya, "Ambilin gue kertas dong". Lain kali ia akan bilang, "Gue mau cuti nih, bantuin kerjaan gue ya..". Umumnya rekan yang bossy ini jarang sekali menggunakan kata "tolong" sekalipun sebenarnya ia meminta tolong. Tentu saja rekan seperti ini cukup menyebalkan. Ia seringkali nggak sadar jika kedudukan atau posisinya sama saja dengan rekan yang diperintah dan diaturnya.

Sebenarnya ada beberapa hal yang menyebabkan ia bersikap 'bossy'. Pertama ia merasa memiliki kemampuan lebih di atas rekan-rekannya selevel. Ia merasa lebih pandai, lebih ahli, lebih cakap, dan lebih segalanya. Sehingga ia merasa pantas bersikap bossy pada rekan-rekannya.

Kedua ia memiliki hubungan yang cukup dekat dengan si bos. Memang sih, ia bersikap sok bos hanya pada rekan-rekan sejawatnya dan rekan-rekan di bawah levelnya. Sebaliknya kepada orang-orang yang berpengaruh atau orang-orang dengan kedudukan dan posisi bagus di kantor, ia bisa begitu baik dan sopan setengah mati. Makanya nggak heran kalau banyak juga rekannya yang menganggap ia 'penjilat'. 'Kedekatannya' pada bos ia jadikan 'senjata' untuk bersikap bossy pada rekan-rekannya.

Ketiga pada dasarnya ia memang terbiasa dituruti keinginannya di rumah. Mungkin ia anak tunggal atau anak pertama di keluarganya dan seluruh anggota keluarga memanjakan sekaligus segan padanya. Sehingga ia menganggap sama kondisi di rumah dengan di kantor.

Tetapi whatever penyebabnya, hanya ada satu kata untuk si rekan bossy yaitu 'menyebalkan'. Untuk menghadapinya anda perlu sedikit strategi. Kalau ia mulai memerintahkan ini itu pada anda, tunjukkan kalau anda tidak suka. Tidak perlu dengan wajah sangar, tetapi cukup tunjukkan rasa tidak suka anda dengan ekspresi datar dan cuek. Bila ia mendatangi anda dan mulai melancarkan aksi perintahnya, katakan saja, "Sorry ya gue nggak bisa, gue juga banyak kerjaan". Kemudian nggak perlu mendengar ucapannya lebih lanjut.

Biasanya kalau anda bersikap begitu, yang lainpun akan mengambil sikap serupa jika diperintah oleh si bossy. Kalau anda mau kompak, anda dan rekan-rekan bisa melancarkan aksi menolak dan menjegal hobi memerintah si bossy. Artinya setiap ia memerintah, anda dan rekan-rekan kompak tidak menurutinya. Lama-lama ia akan sadar juga kalau kelakukannya tidak disukai oleh rekan-rekannya. Kalau ia nggak sadar juga ya keterlaluan.

Tapi kalau ia menyadari dan menanyakan sikap anda dan rekan-rekan, barulah anda jelaskan bahwa 'bad habit' nya akan merugikan dirinya sendiri. Ia tidak akan memiliki rekan sejawat dan sulit melakukan kerjasama dengan rekan-rekan. Kemudian coba sarankan untuk merubah sikapnya. Kalau ia berjiwa besar, ia pasti akan merubah sikapnya. Nah kalau ia sudah berubah menjadi lebih baik, anda dan rekan-rekan nggak perlu menghindarinya lagi kan?

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar