Menghadapi Persaingan di Kantor

Mau tidak mau, suka atau tidak suka, di manapun anda berada, anda akan dihadapkan pada 'persaingan'. Terlebih di lingkungan kantor yang menuntut anda untuk bersikap dan bertindak kompetitif. Sepanjang persaingan itu berlangsung sehat dan fair tentu saja tidak ada yang perlu dirisaukan. Justru dengan persaingan semacam ini anda akan semakin terpacu untuk selangkah lebih maju.



Tentu saja persaingan berdampak pada kekalahan dan kemenangan. Namun masalahnya, tidak semua orang bisa menerima kekalahan. Orang yang tidak bisa menerima kekalahan, biasanya cenderung cemburu atau iri hati terhadap pemenang persaingan. Nah, kalau kebetulan anda adalah orang yang mengalami kesuksesan di kantor, berarti anda termasuk orang yang memenangkan persaingan. Tetapi jangan merasa cemas dan khawatir dengan adanya segelintir orang-orang yang iri pada anda.

Jika memang ada yang iri hati dengan anda, jangan merasa bersalah dengan kesuksesan anda. Berpikirlah bahwa sukses dan prestasi yang anda raih adalah karena kerja keras, kompetensi dan loyalitas anda kepada pekerjaan. Bukan karena faktor-faktor di luar profesionalisme.

Tetapi, bagaimana jadinya jika kesuksesan anda sampai menyebabkan anda dijauhi dan dimusuhi oleh rekan kerja yang lain? Jika kasusnya seperti ini, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa mereka semua iri dengan anda. Di sisi lain mungkin ya, tetapi alangkah baiknya jika anda introspeksi dan merenungkan diri, siapa tahu dibalik kesuksesan dan kelebihan anda, anda masih memiliki kelemahan yang tidak anda sadari.

Coba anda berpikir, jika selama ini anda bekerja dalam satu tim namun hanya anda sendiri yang menggapai prestasi cobalah koreksi diri sendiri, apakah selama ini anda hanya menonjolkan diri sendiri? Atau apakah selama ini anda hanya menonjolkan ide-ide atau rencana anda tanpa memberi kesempatan pada rekan anda yang lain? Kalau benar, sungguh ironis, karena meski anda sukses dalam karir tetapi anda telah gagal dalam sosialisasi di kantor. Tentu keadaan ini sungguh sangat tidak nyaman bagi anda.

Cobalah anda bersaing secara lebih sehat dan fair, dengan memberi kesempatan yang sama besar kepada rekan lainnya. Karena bagaimanapun juga, kesuksesan anda tidak akan ada artinya jika anda dikelilingi oleh orang-orang yang iri dan memusuhi anda. Tetapi sebaliknya, jika anda sudah benar-benar bersaing secara sehat namun tetap dimusuhi, berarti orang yang memusuhi anda berjiwa kerdil dan tidak bisa menerima kenyataan.

Kalau anda bijaksana, jangan balik memusuhi orang yang memusuhi anda. Sebagai kaum profesional, ajaklah ia bekerja sama atau berdiskusi tentang kesulitannya. Tunjukkan bahwa kesuksesan anda tidak akan membuat anda besar kepala dan sombong. Jika langkah yang anda ambil tidak merubah sikapnya terhadap anda, jangan kecil hati. Tetaplah bersikap profesional dengan menunjukkan kerja keras anda.

Dengan demikian, secara tidak langsung anda telah mengatakan bahwa ia bisa meraih kesuksesan yang sama jika mau bekerja keras. Hal ini juga menunjukkan bahwa anda tidak terpengaruh oleh sikap-sikap negatif yang ditujukan pada anda. Dan ingat, jangan sekalipun terpancing untuk melakukan konfrontasi, selama sikapnya tidak merugikan pekerjaan dan pribadi anda.

Tetapi kalau ia sampai menyinggung harga diri dan profesionalisme anda, apa boleh buat, ajaklah bicara secara serius. Dan kalau tidak mampu merubahnya juga, biarlah orang lain yang akan menilai. Jika anda tetap menjaga profesionalisme tanpa terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat sentimen pribadi, percayalah berarti persaingan tetap dimenangkan oleh anda.