Mencari Kerja dengan Cara Mudah

Judul di atas bukan sekedar basa basi. Dan ini juga bukan iklan rokok. Memang, kalau kita mau sedikit kreatif, dan jeli melihat peluang, ternyata mencari kerja bukanlan persoalan yang sulit. Kuncinya cuma satu, "ada kemauan", dan tentu saja ditambah dengan tindakan nyata.

Sesuai namanya, kerja berarti melakukan tidakan nyata. Jadi buanglah impian dulu, tapi hadapilah kenyataan. Untuk kondisi Indonesia yang saat ini katanya benar-benar di bawah titik nadir, membuat usaha mencari kerja menjadi sesuatu yang sangat sulit. Padahal, kalau mau sedikit kreatif, karena potensi penduduk yang ada sekarang, pesimisme itu tidak perlu ditakutkan secara berlebihan.

Indonesia yang memiliki 230 juta penduduk lebih sesuai sensus 2000 lalu, secara ekonomis memang menjadi pasar paling potensial. Dengan karakteritik yangb eragam, kebutuhannya tentu beragam pula, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga kebuthan barang mewah sampai kebutuhan psikologis.

Dari sini, tentu kita sudah "membayangkan" bisnis apa yang bisa kita lakukan. Ambil contoh, bila kita hidup di lingkungan sekolahan, kampus, atau perkantoran. Yang menonjol pasti bisnis yang ada hubungannya dengan kebutuhan mahasiswa secara langsung, dengan melihat kebutuhan itu, kita bisa membuka usaha, mulai jual makan, sampai kebutuhan sehari-hari, mulai jual sabun, pasta gigi, hingga kebutuhan dasar lain.

Kesannya memang sangat sederhana dan seakan "tidak menggunakan otak". Anggapan seperti ini tentu sangat salah besar. Karena di sini Anda diuji, bagimana kemamapun insting bisnis Anda. Boleh jadi, karena dari situ bisa dilihat bagaimana kemampuan Anda. Mengelola bisnis, untuk skala warung kecil-kecilan pun perlu kejelian dan insting. Dan inilah yang selama ini tidak kita miliki.

Biasanya kita sudah merasa puas dengan hanya menjadi "suruhan" atasan, bos, atau juragan, dengan hanya patuh pada perintah saja. Tentu dengan tidak mengecilkan kalau kita menjadi pegawai, tetapi menjadi enterprenur ternyata bisa dilakukan semua orang. Bahkan dengan hanya model sangat kecil, seperti penjual sayur.

Jadi, kuncinya memang seperti yang banyak dikatakan para ahli, kemauan kitalah yang memegang peranan paling penting, kemudian pelaksanaan. Untuk usaha, tidak harus berpikir muluk-muluk dulu, tapi pelaksanaannya. Bagaimana? sudah siapkah menjadi enterpreneur?