Memanfaatkan Hak Cuti

Sebagai karyawan dalam sebuah perusahaan, Anda selalu memperoleh hak cuti. Fasilitas ini, diberikan untuk memenuhi kebutuhan karyawan di luar kerja. Namun demikian, banyak yang tidak memanfaatkan hak ini secara maksimal. Nah, bagimana sebaiknya memanfaatkan hak itu? Ternyata ada kiat tersendiri yang bisa anda ikuti di bawah ini.
Pahami Hak Cuti
Di setiap perusahaan ketetapan cuti cukup bervariasi, tergantung dari kebijaksanaan masing-masing perusahaan. Sebagian besar perusahaan swasta memberlakukan cuti selama dua minggu selama setahun. Dan biasanya karyawan yang belum menginjak satu tahun masa kerja, belum mendapat hak cuti.

Namun, beberapa perusahaan memberi hak cuti yang lebih panjang bagi karyawannya yang telah bekerja selama puluhan tahun dengan masa pengabdian yang tinggi. Untuk itu, anda perlu mengetahui berapa lama hak cuti anda. Umumnya di suatu perusahaan ada beberapa macam cuti seperti cuti tahunan, cuti sakit dan cuti hamil bagi perempuan.

Ambilah Cuti Tahunan

Ambillah cuti tahunan Anda setiap kali ditawarkan. Memang anda berhak mengumpulkan cuti tahunan anda sampai mencapai jumlah maksimum. Tetapi, lebih baik jika anda mengambilnya setiap tahun. Karena masa satu tahun bekerja sudah cukup bagi setiap orang untuk mengalami ketegangan dan kejenuhan bekerja.

Karena itu jangan sampai kehilangan hak cuti anda setiap tahun. Ada banyak alasan kenapa anda mengambil cuti. Alasan utama adalah demi menjaga kesegaran pikiran dan tubuh anda. Dengan cuti, anda bisa melakukan penyegaran setelah setahun lelah bekerja. Pergilah ke suatu tempat yang menyenangkan bersama anak istri anda atau orang-orang yang dekat di hati anda.

Sebaiknya saat liburan cuti tinggalkan segala macam urusan bisnis dan pekerjaan. Usai cuti diharapkan anda akan lebih segar, sehat dan bersemangat. Andapun akan memiliki energi baru untuk kembali bekerja.

Rencanakan Jadwal Cuti Sejak Dini
Isilah form pengisian cuti anda dan tetapkan tanggal-tanggal anda mengambil cuti. Menyusun jadwal cuti ini penting bagi boss anda, karena tentunya dia tidak mau beberapa karyawannya mengambil jadwal cuti di waktu yang bersamaan. Perencanaan cuti jauh hari sebelumnya memberi kesempatan pada anda untuk mempelajari situasi, misalnya bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak, hari raya, dsb.

Ambillah Cuti Sakit Bila Memang Perlu

Ada kalanya, karyawan menyalahgunakan cuti sakit untuk bersenang-senang belaka. Karyawan yang jujur tentu akan mengambil cuti sakit ketika benar-benar sakit. Karena jika anda mengambil cuti sakit padahal anda tidak sakit berarti anda telah mengambil yang bukan hak anda. Karena itu anda harus hati-hati dalam mengambil cuti sakit, agar ketika anda sakit anda mudah mengajukan permohonan cuti. Alasan mengambil cuti ini adalah karena tidak mungkin bekerja dalam keadaan sakit. Dengan mengambil cuti, anda dapat memeriksakan kesehatan dan memulihkannya.
Cuti hamil

Bagi pegawai wanita yang sudah menikah, hamil adalah hal yang alamiah. Dan sangat tidak manusiawi jika menjelang melahirkan wanita tetap bekerja. Biasanya wanita hamil akan mengambil cuti ketika usia kehamilannya menginjak umur 9 bulan sampai tiga bulan ke depan.

Ini dengan pertimbangan untuk memulihkan kondisi wanita setelah melahirkan dan memberi kesempatan bagi wanita untuk ‘lebih dekat’ dengan bayinya selama tiga bulan pertama. Menjelang cuti hamil, selesaikan semua tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab anda. Sehingga setelah itu anda dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi kelahiran.

Cepat Kerja Ketika Jadwal Cuti Selesai

Jangan menunda-nunda jadwal masuk anda ketika selesai cuti. Karena ketika cuti, anda sudah puas menikmati hari-hari tanpa pekerjaan kantor. Jangan sekali-kali menambah waktu satu atau beberapa hari untuk menambah ‘bonus cuti’ anda. Karena hal ini menyangkut kredibilitas dan disiplin anda di mata bos.