Mau Cuti, Sebaiknya Selesaikan Tugas Dulu

Dalam kondisi tertentu karyawan perlu mengambil hak cuti untuk mengembalikan kesegaran pikiran atau menyelesaikan urusannya di luar pekerjan. Tetapi sebagai karyawan yang bertanggung jawab atas pekerjaannya, anda tidak bisa meninggalkan kantor begitu saja untuk sebuah ‘cuti’.


Anda perlu memikirkan jauh-jauh hari konsekuensi yang mungkin timbul atas ketidakhadiran anda, apalagi jika anda mengambil cuti dalam jangka waktu panjang, misalnya satu atau dua minggu. Karena itu bicarakan masalah cuti anda pada bos sesegera mungkin. Maksudnya tentu agar bos bisa mengatur tindakan untuk mengatasi konsekuensi yang timbul saat anda cuti.

Untuk itu sebelum mengambil cuti, sebisa mungkin selesaikan semua tugas-tugas anda. Sehingga anda tidak terlalu membebankan orang lain akibat kepergian anda. Jika bos menunjuk satu orang untuk menangani pekerjaan anda, bicarakan pekerjaan anda pada rekan yang ditunjuk itu.

Jangan lupa berikan data-data, dokumen, dan bahan-bahan yang menunjang tugas anda dengan lengkap pada rekan anda itu. Patut anda garis bawahi, karyawan yang mengambil cuti hendaknya bisa menyusun suatu rencana pengalihan tanggung jawab selama ketidakhadiraannya.

Saat anda ingin meninggalkan kantor, tinggalkan nomor telpon yang mudah dihubungi jadi jika sewaktu-waktu bos atau rekan anda memerlukan anda saat cuti, mereka nggak kesulitan menghubungi anda. Kemudian, saat anda kembali ke kantor setelah cuti, segera tanyakan perkembangan tugas-tugas yang dialihkan pada rekan anda. Setelah itu mintalah penjelasan pada bos tentang uraian tugas yang perlu diperbaiki.