Manfaat Gosip di Kantor

Selama ini gosip sudah terlanjur dianggap sebagai suatu kegiatan negatif yang merugikan. Selama ini gosip membuat ibu-ibu rumah tangga melupakan tugasnya di dapur. Sedangkan gosip di kantor menyebabkan para karyawan tidak produktif dan melupakan pekerjaannya. Tapi tak dapat dipungkiri, gosip itu memang ‘asyik’ didengerin.

Ngaku aja deh kalo sebenernya andapun suka mendengarkan gosip di kantor. Gosip tentang rekan yang akan dimutasi, tentang big bos yang punya istri lebih dari satu, tentang sekretaris yang pacaran ama si bos. Atau mungkin gosip tentang resepsionis yang banyak ‘gebetannya’. Tapi, ternyata nggak semua gosip itu berdampak buruk. Di lain sisi, gosip di kantor juga bisa berdampak positif loh! Apa aja sih dampak positif dari gosip terutama di kantor? Mau tau kan? ini dia:


- Membangun hubungan antar manusia
Saat anda mendengar atau menyampaikan gosip, tanpa sadar anda tengah berinteraksi secara lebih intens dengan lawan bicara anda, entah itu satu orang, dua orang atau banyak orang. Dan kalau gosip itu menarik, rame-rame akan membahas gosip tersebut. Kalau gosipnya lucu, anda bisa tertawa bersama. Dan kalau gosipnya menyedihkan, bisa jadi anda dan kawan-kawan akan terharu bersama pula. Dengan demikian, gara-gara gosip anda jadi punya banyak teman. Dan bisa jadi anda akan mendapatkan teman akrab.

- Gosip sebagai sumber informasi
Di balik gosip yang santer beredar di kantor, biasanya terselip suatu kebenaran. Karena seperti yang orang bilang bahwa ‘tak ada asap kalau tak ada api’. So, kebenaran di balik gosip itu merupakan sumber informasi bagi karyawan. Misalnya anda yang tadinya nggak tau kalau gaji para karyawan akan naik, gara-gara gosip anda jadi tau. Anda yang tadinya nggak tau kalau bos akan diganti, gara-gara gosip pula anda jadi tau. Lagi pula gosip kaya gini juga membuat anda nggak ketinggalan berita di kantor.

- Gosip sebagai kontrol diri
Biasanya selama ini banyak orang yang takut akan gosip. Banyak orang yang khawatir akan digosipkan, terutama seputar sisi negatif kehidupannya. Orang-orang dengan reputasi yang buruk cenderung marah jika reputasinya ini menjadi bahan gosip. Nah kalau anda menyadari hal tersebut, anda akan lebih mawas diri untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menjadi sumber gosip tidak sedap. Karena tanpa sadar, perilaku anda yang buruk di kantor bisa mengundang gosip tidak mengenakkan di kantor.

Tentu saja, jangan berdalih karena gosip memiliki dampak positif, anda jadi lebih gemar bergosip ketimbang kerja. Tetap saja dalam menyampaikan dan mendengarkan gosip anda harus lebih selektif. Jangan hanyut menyimak gosip yang belum tentu kebenarannya. Dan juga jangan menggembar-gemborkan gosip yang berdampak buruk bagi stabilitas kantor anda. So, selamat menikmati gosip..!