Kiat Merangkul Anak Buah

Jarak dan batas yang tegas antara bos dan anak buah seringkali diciptakan untuk menjaga wibawa seorang bos yang notabene adalah seorang pemimpin, meskipun itu dalam kelompok yang kecil. Sebenarnya wajar saja jika bos ingin selalu tampak berwibawa di mata anak buahnya. Tapi ternyata jarak yang kelewat jauh antara atasan dan bawahan kadang malah menyebabkan hubungan dan suasana kerja yang kurang harmonis. Akibatnya, hasil yang diinginkan justru 'nggak' tercapai.

So, bagi anda yang duduk pada level koordinator, supervisor, atau manajer, mungkin perlu mencoba saran di bawah ini agar hubungan anda dan anak buah berlangsung harmonis:


* Jangan lupa untuk selalu melibatkan anak buah dalam menentukan tujuan yang akan dicapai. Karena sebagai anak buah, mereka tentu ingin dihargai dan diakui kemampuannya. Dengan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan berati anda telah menghargai mereka.
Hal ini juga akan merangsang kreativitas dan idealisme mereka.

* Mintalah saran dan pendapat mereka mengenai gaya kepemimpinan anda yang paling pas. Walau anda memiliki gaya dan karakter tersendiri, tak ada salahnya jika anda mendengarkan masukan dari mereka. Selama semua saran dan pendapat tersebut cukup membangun, bagus juga kan kalau anda coba?

* Jangan terlalu membatasi ruang gerak mereka. Banyaknya peraturan dan ruang gerak yang sempit akan membuat ide-ide dan kemampuan mereka 'terpasung'. Sebaiknya berikan ruang gerak dan kepercayaan yang cukup, agar mereka bebas berkreasi dan menunjukkan jati dirinya. Selama tidak mengganggu kepemimpinan anda dan tidak merugikan perusahaan, tentu nggak masalah kan? Karena seringkali dengan kebebasan yang anda berikan pada mereka, akan menguntungkan anda dalam menemukan ide-ide kreatif.

* Masuklah dalam tim mereka. Jangan ragu untuk menanyakan kesulitan mereka dalam mengerjakan tugas. Dengarkan juga apa saja keluhannya. Jika anda punya waktu, ajaklah mereka berdiskusi untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi.

* Akrabkan mereka sewajarnya. Sesekali bolehlah bergabung dan tertawa bersama mereka. Dengarkan joke dan cerita-ceritanya. Hal ini akan membuat mereka merasa dekat dengan anda. Dengan demikian, mereka pun lebih mudah mengaplikasikan keinginan anda. Toh akrab dengan anak buah bukan berarti mengurangi kewibawaan anda kan?

Jika hubungan anda dan anak buah sudah terjalin harmonis, akan memudahkan jalannya kerjasama antara anda dan anak buah. Anda juga lebih mudah mendelegasikan pekerjaan jika sewaktu-waktu diperlukan. Tapi ingat, meski hubungan anda dan anak buah cukup dekat, bukan berarti anda tidak bisa memberi peringatan jika mereka berbuat kesalahan.

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar