Kiat Agar Lamaran Anda Dijawab

Mengirim surat lamaran adalah aktivitas yang paling menyenangkan bagi pencari kerja. Karena itu pencari kerja melakukannya dengan penuh semangat. Dengan mengirimkan surat ini harapan mendapatkan pekerjaan bagus, gaji yang lumayan dan memperoleh teman-teman kerja yang menyenangkan bagi pencari kerja hanyalah soal waktu. Tak heran jika setiap hari pengirim lamaran terus menantikan jawaban dari perusahaan.

Tetapi manakala tak satupun surat lamaran anda yang mendapat respon atau tanggapan, tak urung anda akan merasa ‘ciut’ dan 'down'. Tentu anda akan dihantui berbagai pertanyaan, “Kenapa surat lamaran saya tidak mendapat jawaban?”
Banyak kemungkinan jika surat lamaran anda belum memperoleh tanggapan. Mungkin dari seleksi yang dilakukan oleh perusahaan yang anda lamar, surat lamaran anda belum memenuhi kualifikasi yang diharapkan. Atau bisa juga keterangan yang anda sampaikan dalam surat lamaran kurang lengkap dan jelas, sehingga perusahaan kurang mendapat informasi yang utuh tentang kemampuan dan kelebihan anda. Bisa juga disebabkan faktor teknis pengiriman seperti terlambatnya waktu pengiriman dan penulisan alamat tujuan yang kurang lengkap, dan banyak kemungkinan lain. Nah agar surat lamaran anda mendapat respon, coba ikuti tips berikut ini:


* Perhatikan dengan cermat setiap persyaratan yang dibutuhkan oleh perusahaan pencari tenaga kerja. Jika anda merasa memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang ditetapkan, kirimlah surat lamaran anda secepatnya. Dan jangan coba-coba untuk mengirim lamaran jika anda tidak memenuhi kualifikasi yang ditetapkan. Jangan menganut sistim ‘gambling’ atau coba-coba ‘siapa tahu beruntung’. Karena mengirim surat lamaran bukanlah ajang coba-coba. Jangan buang-buang waktu dan biaya hanya dengan mengirimkan sesuatu yang sudah jelas tak mungkin dijawab. Daripada nantinya anda kecewa karena surat anda tidak balas, lebih baik anda kirimkan lamaran yang sesuai dengan kriteria anda.

* Kirimlah surat lamaran dengan lengkap. Surat lamaran umumnya terdiri dari surat pembuka, data pribadi (Curriculum Vitae/CV) , berkas-berkas lamaran seperti foto copy ijazah, foto copy KTP, referensi pengalaman kerja, pas photo, dan lain-lain. Yakinlah tidak ada berkas yang tertinggal. Periksa sekali lagi saat anda mengirimnya. Dalam surat pembuka sebaiknya anda informasikan darimana anda mengetahui lowongan tersebut, jabatan atau posisi yang anda lamar, serta alasan anda melamar posisi tersebut. Sedangkan untuk CV, cantumkan data pribadi anda dengan lengkap dan jelas, seperti nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat, dll. Jangan lupa cantumkan pada CV anda tentang riwayat pendidikan dan pengalaman kerja serta informasi lain yang bisa menjadi nilai plus bagi anda.

* Hal yang tak kalah penting adalah mengetahui batas waktu pengiriman dengan pasti. Jangan coba-coba mengirim lamaran yang batas waktunya sudah lewat. Karena pada sebagian perusahaan langsung menghentikan penerimaan surat lamaran jika batas waktu yang ditentukannya sudah tutup, sekalipun surat lamaran masih banyak yang datang.

Saran-saran di atas setidaknya dapat membantu anda mewujudkan harapan agar surat lamaran anda mendapat jawaban. Atau setidaknya anda akan mendapat respon sekalipun itu respon penolakan. Mendapatkan jawaban penolakan toh masih lebih baik daripada tidak mendapat balasan sama sekali. Dengan demikian toh anda tidak perlu menanti dan berharap pada perusahaan yang telah memberi jawaban tersebut. Yang paling penting adalah jangan pernah putus asa untuk terus mengirimkan lamaran. Pilihlah peluang yang cocok dengan kualifikasi anda. Percaya deh kalau anda gigih, suatu saat pasti anda akan mendapatkannya. Selamat berjuang…!