Ketika Bos Ngajak Kolusi

Menuruti perintah dan tugas yang diberikan bos memang menjadi suatu keharusan. Apapun yang diperintahkan bos rasanya ingin cepat-cepat anda laksanakan dan selesaikan. Tapi bagaimana kalau bos memerintahkan anda untuk melakukan penyelewengan terhadap perusahaan?
 
Misalnya anda diperintahkan memalsukan data perusahaan, menghapus data penting, bahkan ditugaskan untuk membuka file rahasia atasan anda yang lain.

Sebagai anak buah bisa dimaklumi kalau anda merasa serba salah. Ingin menolak pasti ada perasaan segan pada bos. Tapi ingin melakukan juga 'nggak' sesuai dengan hati nurani anda. Bahkan tindakan yang melanggar etika perusahaan ini, kalau anda lakukan dan ketauan bisa membuat karir anda hancur berantakan. Sekalipun itu bukan murni keinginan anda. Lalu tindakan apa yang harus anda lakukan? Jelas anda harus menolak. Tapi bagaimana cara menolaknya?

Sebelumnya sampaikan pernyataan maaf anda lalu katakan terus terang bahwa anda sangat keberatan dengan tugas tersebut. Katakan bahwa anda tidak dapat melaksanakan perintah yang berbau kolusi itu. Serta jelaskan bahwa anda tidak mau melanggar etika dan menyalahi aturan yang ditetapkan perusahaan. Sekaligus sampaikan bahwa dalam bekerja anda sangat memegang prinsip kejujuran.

Bagaimana kalau bos anda terus mendesak, bahkan mengiming-imingi anda imbalan yang 'menggiurkan'? Tetaplah bersikukuh untuk menolaknya dan jelaskan bahwa anda tidak tergoda dengan segala bentuk imbalan apapun. Jelaskan sekali lagi bahwa anda tidak ingin 'mengotori' profesionalisme anda dengan hal-hal yang berbau kolusi yang hanya menguntungkan sekelompok orang di perusahaan.

Kalau anda sudah menjelaskan alasan penolakan anda, tentu saja anda harus siap dengan segala resikonya. Karena ada berbagai kemungkinan reaksi dari penolakan anda. Bisa jadi bos akan merasa 'berang' dengan penolakan anda. Tapi juga bukan tidak mungkin kalau bos anda memahami dan menghargai prinsip-prinsip anda. Kalau kenyataannya begini anda boleh berlega hati. Karena bos tidak memaksa anda untuk melaksanakan perintahnya yang menyimpang itu. Dan anda bisa bekerja seperti biasa.



Tapi bagaimana kalau penolakan anda menyebabkan masalah di kemudian hari? Misalnya, bos memperlakukan anda dengan sentimen pribadi. Bukan tidak mungkin ia selalu mencari-cari kesalahan anda. Contohnya, tugas yang telah anda selesaikan tak satupun yang benar di matanya. Bahkan sepertinya ia sengaja menciptakan keadaan yang membuat anda tidak betah dan menyebabkan anda berpikir untuk 'resign'.

Kalau reaksi bos seperti itu, bukan berarti anda harus diam dan pasrah menerima perlakuannya. Jangan buru-buru berpikir untuk mengundurkan diri. Pikirkan cara terbaik untuk menghadapinya. Kalau memang kondisinya sudah sangat menekan, terpaksa laporkan masalah ini pada atasan yang lebih berwenang. Misalnya pada direktur personalia. Untuk itu ada baiknya catat apa saja perintah bos yang menyimpang dan berbau kolusi itu, berikut tanggal dan waktu kejadiannya.

Dengan tindakan tersebut, sekali lagi andapun harus siap dengan segala kemungkinan yang paling buruk. Karena bisa jadi, sebagai bos ia punya seribu senjata untuk berkelit. Bahkan tidak mustahil, andalah yang akan dipojokkan dan disalahkan. Namun kalau memang di perusahaan anda masih memegang prinsip-prinsip keadilan, tentu saja masalah ini akan diselesaikan dengan seadil-adilnya. Tapi, apapun hasilnya, yang penting anda telah mempertahankan kejujuran anda. Percaya deh, kejujuran yang sudah semakin langka di jaman kaya begini bisa menyelamatkan anda dari gilasan roda jaman yang menyesatkan...!


Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar