Kesalahan Dalam Seleksi Karyawan

Menyeleksi calon karyawan memang bukan pekerjaan mudah. Jika anda berada di pihak penyeleksi, anda harus melalui serangkaian proses untuk mendapatkan kandidat yang memuaskan. Tapi tahukah anda? Ternyata selama ini tanpa disadari organisasi sering melakukan beberapa kesalahan dalam seleksi.

Sebelum anda terlanjur melakukan kesalahan, perhatikan beberapa kesalahan umum dalam proses seleksi di bawah ini:


- Percaya begitu saja pada apa yang tercantum di CV pelamar tanpa melakukan investigasi lebih lanjut. Padahal apa yang terlampir dalam CV seringkali bersifat 'menjual' atau promosi. Untuk itu tanyakan dengan jelas hal-hal penting dalam CV terutama pengalaman kerja.

- Terlalu memfokuskan pada pendidikan, pengalaman kerja, dan IQ tanpa mempertimbangkan aspek emosional atau kompetensi yang dimiliki kandidat. Memfokuskan pada ketiga hal tersebut memang pertimbangan yang bagus dalam proses seleksi tapi jangan abaikan aspek emosional pelamar. Karena pendidikan, pengalaman, dan IQ yang oke tanpa ditunjang oleh ketrampilan emosional yang memadai tidak akan memberi dampak yang positif bagi perkembangan dirinya maupun pekerjaannya.

- Stereotype pada calon kandidat berdasarkan jenis kelamin, suku, agama, maupun fisik. Memang pada profesi tertentu jenis kelamin dan fisik menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi. Tetapi jika pekerjaan yang ditawarkan bersifat umum, misalnya tenaga pembukuan, tentu tidak perlu membedakan jenis kelamin, fisik, apalagi suku dan agamanya. Yang penting adalah kompetensinya di bidang tersebut.

- Menanyakan kelebihan dan kekurangan kandidat tanpa menjadikannya pertimbangan untuk proses selanjutnya. Hendaknya kelebihan dan kekurangan kandidat bisa menjadi penilaian tersendiri untuk proses seleksi hingga akhir seleksi.

- Kecenderungan memilih kandidat berdasarkan koneksi atau orang yang sudah dikenal. Sebenarnya nggak ada salahnya juga jika memilih kandidat lewat jalan semacam ini. Tapi tentu saja asal jangan mengabaikan kompetensi dan kualifikasinya. Jika tak memenuhi syarat lebih baik cari kandidat lain saja.

Nah, sekarang anda bisa menghindari kesalahan tersebut untuk menjaring kandidat yang benar-benar memenuhi syarat. Ingat merekrut karyawan bukan 'membeli kucing dalam karung'. So, jangan sampai salah pilih.

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar