Kelemahan Wanita yang Harus diubah

Di era reformasi dan kebebasan demokrasi, wanita yang sukses berkarir sama sekali bukan hal aneh lagi. Bahkan belakangan ini semakin banyak wanita yang menopang ekonomi keluarga di samping suaminya. Nggak heran kalau saat ini wanita umumnya merasa sudah menjadi partner sejajar dengan pria.

Tetapi sesukses apapun wanita, tetap tidak akan pernah bisa menyamakan pria. Karena wanita memang bukanlah pria. Di jaman yang sarat dengan globalisasi ini wanita tetap dianggap sebagai mahluk yang memiliki beberapa kelemahan dibanding pria. Coba deh simak kelemahan umum wanita yang membedakan dengan pria dalam bekerja di bawah ini:


Kurang bersaing
Menurut pakar psikologi, semangat persaingan pada diri wanita itu lebih rendah dari pria. Karena sejak masa kanak-kanak, wanita sudah ditekankan untuk tidak melakukan konfrontasi. Sehingga sampai masa dewasa, wanita selalu menghindari konfrontasi. Padahal sesekali konfrontasi itu perlu untuk menghadapi tingkat kompetisi yang tinggi dalam dunia kerja.

Kurang berani mengambil resiko
Selama ini wanita cenderung melakukan tugas-tugas secara aman dan average. Wanita juga menghindari ekspansi dan spekulasi untuk menghindari resiko yang belum pasti. Wanita yang masuk dalam kategori ini merupakan karyawan yang rata-rata. Dalam arti bukan termasuk karyawan yang menonjol. Sehingga jenjang promosi dan jabatan bagi wanita ini berjalan sangat lambat.

Kurang agresif
Sifat umum wanita adalah kurang agresif dalam bekerja. Begitu juga dalam mengungkapkan ide dan pendapat. Banyak wanita yang menerima ide dan pendapat orang lain begitu saja, tanpa memperjuangkan pendapatnya pribadi. Karena khawatir akan terjadi konflik. Hal ini juga dipicu oleh kekhawatiran menghadapi seteru dari pihak pria. Biar lebih aman, wanita memilih bekerja sesuai standar tanpa perlu berusaha lebih keras.

Lebih berorientasi pada tugas ketimbang tujuan
Banyak wanita yang terkungkung dalam rutinitas kerja secara detail. Dalam hal ini wanita memang lebih rinci dan teliti dibanding pria. Tapi mereka lupa memikirkan sasaran atau tujuan, mereka lebih memikirkan bagaimana menyelesaikan tugas setiap harinya. Akibatnya wanita-wanita yang seperti ini menjadi tidak kreatif dibanding pria yang selalu berorientasi pada tujuan.

Konflik perasaan antara karir dan rumah tangga
Hal ini adalah fenomena paling umum yang menjadi dilema bagi wanita. Selama ini banyak wanita yang konsentrasinya terpecah antara karir dan rumah tangga. Di sisi lain ia sangat ingin berkarir sepenuhnya. Tapi di sisi lain wanita juga ingin sekali menjadi ibu rumah tangga sejati. Karena, meski banyak yang ‘mengkalim’ dirinya bisa membagi waktu dengan baik antara karir dan rumah tangga, sebetulnya kesuksesan antara karir dan rumah tangga adalah dua hal yang sangat berbeda. Peran ganda antara wanita karir dan ibu rumah tangga sering menimbulkan konflik dan ketegangan jiwa pada dirinya sendiri. Sehingga seringkali wanita harus memilih antara karir atau rumah tangga.

Di tinjau dari hal-hal di atas, agaknya anggapan wanita adalah mahluk yang lemah memang tidak sepenuhnya salah, terlepas dari unsur otot dan fisik. Tetapi tentu saja kelemahan yang ada pada diri wanita tersebut bukan sesuatu yang tidak bisa dirubah. Jika wanita mampu menampilkan kemampuannya secara optimal dan maksimal dengan menyingkirkan sebagian atau semua unsur-unsur yang membuat wanita lebih lemah dari pria, sukses karir dan rumah tangga bukan lagi hal yang mustahil bagi wanita.

Apalagi pada kenyataannya, sekarang ini menunjukkan peran wanita dalam dunia usaha semakin berkembang luas. Kursi kepemimpinan bagi wanita juga semakin terbuka lebar. Bukan cuma di dunia usaha tetapi juga di pemerintahan. Coba saja anda lihat, sejak era Soeharto hingga Gusdur, tercatat beberapa nama menteri wanita.

Wanita jaman reformasi bukan lagi wanita yang terisolasi dalam memperjuangkan kemandiriannya. Baik untuk mendapatkan pengetahuan, uang, jabatan, maupun kekuasaan. Masa depan bagi wanita karir dewasa ini jauh lebih cemerlang dibanding beberapa tahun silam. So, bagi anda wanita, enyahkan kelemahan yang selama ini terlanjur melekat pada diri anda. Tentu saja, sukses yang akan anda raih bukan dengan maksud untuk mengalahkan pria. Tetapi lebih kepada mencapai tujuan bersama. Ingat kerelaan untuk saling berbagi dan melengkapi antara pria dan wanita bisa menghasilkan sukses yang lebih baik, daripada mementingkan ego masing-masing.