Kapan Temporary Employee Dibutuhkan

Dalam kondisi tertentu perusahaan seringkali membutuhkan ‘temporary employee’ atau biasa disebut karyawan temporer dimana pada kondisi tersebut arus pekerjaan begitu padat. Nah pada saat itu arus pekerjaan yang tinggi tidak mungkin diselesaikan oleh karyawan yang ada, hingga perusahaan membutuhkan tenaga ‘temporary employee’.
 
 
 
Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah saat-saat perusahaan membutuhkan karyawan sementara:

* Saat ada karyawan tetap yang mengambil cuti panjang seperti melahirkan, tugas belajar, dan lain-lain. Pada saat ini, kebutuhan karyawan temporer begitu dibutuhkan untuk menangani pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka yang cuti.

* Saat liburan massal seperti hari raya atau tahun baru. Karena di saat itu selain libur nasional dimana rata-rata perusahaan meliburkan karyawannya, ada juga beberapa karyawan yang meneruskan liburan dengan mengambil cuti.

* Pada saat pelayanan pelanggan begitu padat, dimana tenaga yang ada kewalahan dengan tingginya tingkat pelayanan. Biasanya pada saat itu perusahaan tengah menangani order khusus dalam jumlah besar, sehingga perusahaan membutuhkan tambahan tenaga untuk menyelesaikan order tersebut.

Jenis pekerjaan yang dapat dilaksanakan dengan menggunakan jasa ‘temporary employee’ antara lain: Banking (Teller, ATM Filler); Secretarial Work (Secretary Operator, Receptionist), Computer Operator, Cashier, Pramuniaga, Stock/Store Keeper, Sales Promotion Girl, dll.

Nah, jika anda adalah orang yang berwenang dalam merekrut ‘temporary employee’, maka anda harus menyesuaikannya dengan kebutuhan tersebut. Umumnya mereka yang bersedia menjadi ‘temporary employee’ adalah mahasiswa/mahasiswi semester akhir, mahasiswa 'fresh graduate' yang tengah mencari pengalaman kerja, ataupun mereka yang baru saja ‘jobless’ akibat PHK atau sebab lain.

Jangan lupa, sebelum menerima karyawan temporer ini anda harus menjelaskan bahwa masa kerja mereka terbatas hanya dalam waktu tertentu, misalnya enam bulan atau satu tahun. Untuk itu keluarkan surat resmi yang mengatur ketentuan karyawan temporer selama bekerja. Termasuk di dalamnya, hak dan kewajiban, masa kerja karyawan, dll. Tentu saja hal ini untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari. Kemudian berikan penjelasan tentang ‘job description’ mereka.

Tetapi walau berstatus 'temporary', tidak tertutup kemungkinan karyawan tersebut diangkat menjadi karyawan tetap. Jika kinerjanya bagus dan kebetulan perusahaan membutuhkan tambahan karyawan tetap, mereka bisa diproses untuk menjadi karyawan tetap.