Jurus Jitu Menghadapi Kritikan

Warna-warni hidup tentu tak cuma pujian. Ada saatnya kritikan datang bertubi-tubi. Bisa jadi kritikan itu menyakitkan. Apalagi kalau kritikan itu membuat kuping panas dan gerah. Siapa sih yang mau dikritik?

 
Tapi Anda tidak perlu bersikap defensif. Karena, kata Glenn Van Ekeren dalam bukunya 12 Simple Secrets Of Happiness, sikap defensif itu hanya akan membuat Anda capek.

Lagi pula, kritikan tidak selamanya buruk, tapi ada yang membangun dan memberi Anda semangat. Untuk itulah, bukalah diri Anda terhadap segala bentuk kritik. Siapa tahu, kritikan yang pedih itu bisa berubah menjadi pujian.

Van Ekeren mempunyai beberapa langkah jitu menghadapi dampak kritikan:

1. Ketahui darimana sumber kritikan itu berasal. Jadi kenali dulu darimana kritikan itu berhembus baru kemudian menanggapinya. Karena bukan tidak mungkin kritikan itu datang justru dari orang-orang yang sebenarnya cuma ingin membesar-besarkan masalah atau sekadar mencari kambing hitam.

2. Bersikaplah objektif. Tidak semua kritikan yang dilontarkan orang kepada Anda itu benar adanya, lho. Yang penting dalam menanggapi hal ini adalah sikap objektif. Jika yang dikatakannya itu benar, maka segeralah mengubah diri Anda. Sebaliknya jika kritikan tersebut tak terbukti, jangan buang-buang waktu. Buat apa Anda hanya untuk mempersalahkan kritikan tersebut berserta orang yang melontarkannya? Tinggalin aja deh....

3. Hadapi dengan senyuman. Tuh kan, ternyata senyuman itu bukan cuma ampuh sebagai alat menggaet perhatian orang-orang yang kita suka lho. Buktinya, kritikan pun bisa luluh dengan senyuman.

Ambil contoh Anda mendapat kritik lantaran pekerjaan yang nggak kelar-kelar. Jawablah kritikan tersebut dengan ucapan terima kasih disertai lelucon kalau bisa. Cara ini memang tidak mudah, tapi menerima kritik tanpa reaksi negatif terhadap yang melontarkannya niscaya akan memberi manfaat yang cukup besar.