Jangan Tulis Besar Gaji Di CV

Berhubung hari gini mencari pekerjaan idaman tetap saja sulit - kalau pekerjaan apa saja, biasanya banyak - sebaiknya CV yang Anda miliki dan akan disebarkan harus mendekati sempurna. Meski begitu, CV tidak perlu berpanjang-panjang lebar, cukup satu halaman saja supaya calon bos atau headhunter tidak capek membacanya.



Karena itu, cantumkan poin-poin penting saja seperti biodata, pendidikan terakhir, riwayat pengalaman kerja, serta keahlian. Ada baiknya Anda juga menceritakan sedikit hobi atau minat Anda, supaya bisa memperoleh nilai tambah. Informasi yang boleh tidak Anda cantumkan adalah:

1. Gaji yang diharapkan.
Memang ada perusahaan yang sering meminta Anda menuliskan hal ini. Tapi, menurut Dr. Rhenald Kasali, ahli manajemen dari MM-UI, gaji sebaiknya tidak Anda tulis lebih dulu. Kalau sudah bertemu atau melakukan wawancara, barulah Anda buka kartu.

2. Data pribadi yang terlalu detail.
Nama suami/istri/anak/orangtua cuma menghabiskan kertas saja. Bahkan, kalau tidak diminta, agama, suku, jenis kelamin ataupun umur tak perlu disertakan. Lho, yang penting keahlian, kan?

3. Alasan meninggalkan kantor sebelumnya.
Lebih baik, soal ini disampaikan pada acara tatap muka, jangan ditulis.

4. Pekerjaan yang terlalu pendek.
Misalnya, Anda pernah bekerja di suatu tempat, tapi tidak lama. Ketimbang malu-maluin - karena hanya bekerja dua minggu misalnya, tak usah diingat-ingat, deh. Nanti calon bos akan bertanya-tanya ada apa dengan Anda karena pindah bekerja hanya dalam waktu yang singkat.

5. Contoh karya
Misalnya Anda melamar pekerjaan sebagai desainer grafis atau fotografer, Anda pasti punya contoh karya. Tapi, jangan dilampirkan dalam CV. Simpan saja sampai Anda bertemu langsung dengan calon bos.

(hannie k.wardhanie)