Jangan Pelihara Kecemasan Anda

Kondisi negara yang kini masih tak menentu banyak menimbulkan isu dan desas-desus negatif. Baik isu politik, ekonomi, sosial dan sebagainya. Tak terkecuali isu-isu di beberapa perusahaan besar yang produktivitasnya juga dipengaruhi oleh stabilitas negara. Konon, jika kondisi negeri ini tak kunjung membaik, sejumlah perusahaan terancam gulung tikar dan bangkrut. Terutama perusahaan yang mengandalkan para investor atau penanam modal asing.


Kondisi tersebut tak jarang menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran di benak anda, para karyawan di perusahaan yang bersangkutan. Anda akan dihantui pikiran buruk dengan mempertanyakan nasib dan kelangsungan kerja anda. Padahal kalau anda terus digelayuti pikiran buruk tersebut, bisa berpengaruh pada kinerja anda. Anda akan dilanda stres, akibatnya produktivitas anda akan menurun drastis.

So, anda yang merasa cemas, jangan biarkan kecemasan dan kekhawatiran itu terus menghantui anda. Jangan pelihara rasa cemas hingga kian subur dari hari ke hari. Berpikir dan memprediksi kondisi perusahaan memang bukanlah hal yang buruk. Tapi jangan sampai pikiran ini mengganggu irama dan kualitas kerja anda. Lebih baik anda berpikir positif bahwa apapun yang terjadi nanti merupakan bagian dari perubahan yang harus anda jalani. Daripada berpikir hal-hal yang mengkhawatirkan, lebih baik anda terus mengasah dan meningkatkan kemampuan diri. Selagi masih ada peluang dan kesempatan, apa salahnya anda lakukan hal tersebut. Misalnya dengan mengambil kursus, mengikuti seminar, atau meneruskan pendidikan.

Kalau nasib menentukan bahwa anda terpaksa ‘terdepak’ dari perusahaan atau perusahaan tempat anda bekerja memang gulung tikar, setidaknya anda sudah punya bekal untuk ‘hengkang’ ke tempat lain. Atau paling tidak dengan hal tersebut anda sudah memiliki kompetensi yang memadai untuk tidak masuk dalam daftar karyawan yang akan menganggur. Jangan lupa untuk terus mengikuti dan menyimak perkembangan ilmu pengetahuan lewat berbagai media massa seperti televisi, surat kabar dan media lainnya. Hal ini juga membuat anda selangkah lebih maju dibanding yang lain

Kalau bisa cobalah untuk ikut dalam kegiatan organisasi profesi yang anda geluti. Hal ini akan menambah pergaulan dan pertemanan anda. Ingat, luasnya pergaulan juga berpengaruh pada seseorang untuk mendapatkan pekerjaan baru. Tapi tentu saja dengan bertambahnya ‘kualitas’ diri anda jangan lantas mengharapkan kantor anda akan cepat bangkrut atau mem-PHK anda. Tetaplah bersikap profesional dan bekerja sebagaimana mestinya.

Berupayalah untuk bekerja sebaik-baiknya dengan berpikir bahwa anda akan bekerja 100 tahun lagi di perusahaan tersebut. Jangan lupa, bertahan atau tidaknya suatu perusahaan juga tergantung pada kualitas dan kinerja pegawainya. Jika anda dan rekan-rekan berusaha bekerja dengan baik dan berupaya memberikan kontribusi pada perusahaan, paling tidak meski kondisi ekonomi kacau, perusahaan akan mampu bertahan walau harus melaju dengan pelan.

Tapi jika di tengah kondisi yang serba tak pasti ini, anda atau pegawai lain bekerja dengan setengah hati dan sibuk mencari-cari peluang di tempat lain, bisa jadi akan mempercepat 'ambruknya' perusahaan tempat anda bekerja.