Ingin Sukses Beranilah Tampil Beda

Memang sulit membuktikan diri pada orang-orang yang berbeda "selera", termasuk atasan. Apalagi bila mereka tipe orang konservatif. Tapi, bertahun-tahun kerja tanpa mencapai prestasi apapun, rasanya koq ada yang kurang. Maklum, di era serba modern ini, menjadi 'orang kebanyakan' di kantor, akan membuat seseorang nampak tertinggal.



Namun, untuk tampil "bersinar" di kantor, tentu saja butuh kualitas tertentu. Syarat utamanya adalah, berani tampil beda. Bukan berarti Anda harus mengenakan busana yang "jreng" atau lain dari yang lain, melainkan membuat orang lain (terutama bos), menyadari bahwa "selera" Anda setingkat lebih tinggi ketimbang karyawan lainnya.

Untuk menunjukkan bahwa Anda bukan orang 'biasa', Anda perlu melatih diri dengan kriteria seperti di bawah ini:

1. Berani mendobrak status
Kalau Anda tidak puas dengan keadaan sekarang, pertanyakan otoritas dan rutinitas yang Anda jalani, dan tunjukkan bahwa asumsi-asumsi yang kini berlaku itu tidak benar.

2. Selalu ingin tahu dan berani mengambil risiko
Upayakan untuk selalu mengeksplorasi lingkungan dan menginvestigasi seluruh kemungkinan. Sifat ini lebih baik bila ditambah dengan keberanian mengambil risiko, keluar dari zona nyaman, dan tidak takut gagal.

3. Termotivasi

Mulailah merespon kebutuhan batin terdalam, berinisiatif dan proaktif terhadap proyek-proyek baru, dan tumbuhkan terus motivasi dalam diri.

4. Toleransi terhadap ambiguitas
Dunia tak sekadar terdiri dari hitam putih belaka. Kalau Anda bisa nyaman dengan keteraturan dan ketenangan, Anda mesti juga bisa menyesuaikan diri dengan chaos, konflik, dan sebagainya. Pandanglah paradoks sebagai hiburan, tak usah berkecil hati menghadapi segala sesuatu yang 'bermuka dua'.

5. Belajar selagi ada kesempatan
Belajar memang tak mengenal waktu. Di setiap tahapan kehidupan, Anda memiliki kesempatan untuk mempelajari apa pun. Ongkosnya memang macam-macam, ada yang mahal, murah, bahkan gratis sama sekali. Ini tergantung dari seberapa jeli Anda belajar, dan memilih apa yang dipelajari.

6. Seimbangkan intuisi dan analisis
Sudah diketahui bahwa intuisi memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan seseorang, dan bahwa intuisi ini terlatih karena kebiasaan. Namun begitu, belajarlah menyeimbangkan intuisi dengan analisis keadaan, supaya Anda bisa mencapai keputusan yang tepat.

Beberapa dari kriteria di atas boleh jadi amat mudah bagi Anda, tapi sangat sukar bagi orang lain. Ini normal, bahkan bila Anda terlahir dengan 'bakat-bakat' seperti itu, Anda masih tetap bisa mengembangkannya. Tak ada kata terlambat untuk memulainya bila Anda merasa belum memilikinya.

(M)