Hindari Hal-hal Tabu di Kantor

Banyak cara untuk memuluskan jalannya karir anda. Mulai dari mematuhi peraturan, loyal dan disiplin pada perusahaan, menjaga hubungan baik dengan rekan dan atasan, dan masih banyak lagi. Pada intinya anda harus melakukan segala hal positif yang berkaitan dengan pekerjaan. Selain itu ada juga loh hal-hal tabu yang harus anda hindari jika karir anda tidak ingin terjegal. Apa aja tuh? Coba deh camkan dan hafalkan hal-hal tabu yang tidak boleh anda lakukan di kantor berikut ini:


Sering mengeluh
Karyawan yang sering berkeluh kesah menunjukkan bahwa ia tidak bisa menangani masalah dengan baik. Maka jika anda punya masalah, sebisa mungkin carilah solusinya. Kalau mentok, bicarakan dengan rekan atau bos anda. Jangan bernada mengeluh apalagi putus asa. Ingat, karyawan yang berkualitas adalah orang-orang yang mampu menghandle masalahnya sendiri tanpa menggerutu. So, masalah boleh aja datang bertubi-tubi tapi anda harus mengalahkan masalah itu dengan mencari solusi jitu.

Menghilang dari peredaran
Meninggalkan kantor lebih dari satu jam di saat jam kantor tanpa pemberitahuan adalah tindakan yang tidak sopan dan melanggar aturan. Anda bisa dituduh tidak loyal, cuek, dan tidak menghargai atasan. Maka jika anda perlu keluar ruangan dalam jangka waktu lumayan lama informasikan bos segera. Begitu juga kalau anda tidak bisa masuk kantor karena sakit atau ada halangan, beritahukan bos anda. Jangan sampai anda tidak kelihatan di kantor tanpa kabar berita sama sekali.

Handphone berdering saat meeting
Deringan ponsel saat meeting berlangsung bisa mengganggu peserta rapat. Lagipula menerima telpon saat meeting terlihat kurang etis. Maka matikan ponsel anda saat memasuki ruang meeting. Atau kalau perlu pasang voice mail dan katakan bahwa anda tidak bisa diganggu karena sedang rapat.

Banyak basa-basi
Sikap ramah memang bagus, harus malah. Tetapi kelewat ramah juga nggak baik. Apalagi jika anda kebanyakan basa-basi di kantor.
Misalnya, jangan pernah menawarkan bantuan pada teman, apalagi pada bos, saat anda bersiap melangkah ke luar kantor. Tawaran yang disampaikan oleh karyawan yang telah menyandang tas adalah uluran tangan yang sangat basa-basi. Jika anda ingin membantu lakukan dengan serius dan tulus, jangan sekalipun basa-basi kalau nggak mau dianggap munafik.

Tangan kosong saat rapat
Bawalah notebook dan alat tulis saat akan menghadiri rapat. Dan catatlah hal-hal penting di atasnya. Jangan sekalipun anda tangan kosong alias tidak membawa apa-apa saat ingin hadir dalam rapat. Kalau demikian, anda akan dicap tidak peduli dan hanya sebagai pelengkap penderita saja dalam rapat. Jangan pula menggambar atau menulis puisi saat rapat berlangsung, karena anda akan dianggap tidak perhatian pada jalannya rapat.

Kebanyakan chatting dan berkirim email
Kecanggihan fasilitas email dan chatting di internet memang sangat menggoda. Rasanya gatel juga kalau dalam sehari nggak chatting atau mengirim email. Sepanjang untuk keperluan kantor dan sekedar menghilangkan suntuk sih oke-oke aja. Tapi jangan kebablasan hingga menghabiskan waktu kerja anda. Kebanyakan melakukan dua hal tadi untuk pribadi selain menurunkan produktivitas anda, juga mengurangi kredibilitas anda di mata bos.

Rajin cari muka
Mencari perhatian si bos demi mulusnya karir emang sah-sah aja. Cari perhatian dengan menunjukkan prestasi kerja sih oke banget. Tapi kalo cari perhatian dengan cara menyimpang no way deh. Makanya ati-ati kalo mau cari perhatian si bos. Jangan sekalipun menarik simpati dengan cara bersikap manja pada bos, memakai pakaian yang seronok, atau keseringan memberi hadiah pada bos tanpa alasan yang jelas. Cari perhatian dengan cara tersebut akan membuat bos sebal. Lebih baik tarik simpatinya dengan mengerjakan tugas sebaik-baiknya, berpikir kreatif dan inovatif serta bersikap kooperatif dengan bos.

Memang sih hal-hal di atas kelihatannya sepele, tapi kalau anda camkan baik-baik berasa juga loh dampaknya. Paling tidak, jika anda bisa menghindari hal-hal tabu di kantor, anda akan semakin kredibel di mata bos dan rekan-rekan. Nah bukankah kredibelitas cukup penting bagi sebuah kesuksesan...?