Hati-Hati Bergosip Lewat Email

Kecanggihan fasilitas email di internet memang banyak membantu dan memberi kemudahan dalam pekerjaan anda. Dengan sekali 'klik' saja anda dapat menerima dan mengirim informasi yang anda butuhkan. Karena kemudahan tersebut, banyak yang memanfaatkan email tidak hanya untuk informasi yang berhubungan dengan pekerjaan tetapi juga memanfaatkannya untuk hal-hal di luar itu.

Selain saling berkirim gambar dan cerita 'lucu', sebagian orang juga memanfaatkan email sebagai sarana untuk bergosip. Misalnya anda bergosip ria lewat email untuk membicarakan si A atau si B, atau bahkan membicarakan si bos kepada teman sekantor. Maksudnya sih biar lebih aman. Karena kalau bicara lewat telepon, khawatir akan terdengar oleh teman-teman lainnya.

Anda merasa lebih nyaman bicara lewat email, karena tak ada orang lain yang bisa mengetahui isinya. Tapi yakinkah semudah itu..? Hati-hati loh, kadang saking mudahnya, anda menekan 'mouse' nyaris tanpa berpikir lagi. Dan karena keteledoran anda, bisa jadi email yang mestinya terkirim pada teman anda, terkirim kepada teman lain yang kebetulan menjadi topik pembicaraan. Parahnya, kalau lagi sial, email berisi keluhan dan makian terhadap bos bisa saja terkirim ke bos anda. Coba bayangkan, bagaimana kalau terjadi seperti ini...? Bahaya besar kan...?

Akibatnya mungkin akan berdampak buruk pada karir anda. Selain anda akan dibenci bos, bisa jadi anda akan dicap penyebar gosip nomer satu di kantor. So, biar nggak ada kejadian yang membahayakan akibat penggunaan email, anda harus ekstra hati-hati. Sebaiknya anda memang nggak menggunakan email untuk membicarakan orang lain. Tetapi seandainya sangat terpaksa, jangan menuliskannya secara detail. Setidaknya jangan menyebutkan nama orang yang anda bicarakan.

Agar lebih aman lagi, mungkin anda jangan menggunakan fasilitas email kantor. Gunakan email pribadi untuk membicarakan hal-hal yang bersifat keluhan atau aduan tentang orang kantor. Tetapi tetap saja sebaiknya jangan menuliskan 'nama'. Karena selama anda menggunakan fasilitas email melalui komputer di kantor, umumnya masih bisa dilacak dan terbaca oleh orang IT di kantor anda. Selain itu, anda tetap harus ekstra hati-hati dalam mengklik tombol 'send' dalam email anda. Cek sekali lagi, apakah alamat email tujuan anda sudah benar.

Tapi seandainya email berisi pembicaraan buruk itu terkirim kepada orang yang anda bicarakan, misalnya bos, anda harus mengambil langkah diplomatis. Jangan ragu untuk menemuinya secara langsung dan sampaikan pernyataan maaf karena sudah bertindak tidak profesional. Jika sudah berhadapan langsung sekalian jelaskan apa yang membuat anda kecewa terhadap kebijakannya. Fokuskan pada tujuan
bukan pada kekurangannya.

Kemudian tawarkan sesuatu yang bisa memperbaiki hubungan anda dengannya. Misalnya dengan menyarankan pertemuan bulanan untuk mengevaluasi pekerjaan anda. Selebihnya tergantung kebijaksanaan bos menilai anda...! So, biar lebih aman, kalau mau membicarakan bos atau orang lain lebih baik face to face la ya. Lebih baik lagi kalau anda bersikap 'fair' dengan membicarakan ketidakpuasan anda secara langsung, dengan orang yang bersangkutan.

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar