Hata-hati Sindroma Weekend!

Pernah ngga sih anda merasa suntuk berat dan nggak bergairah kerja menjelang weekend atau akhir pekan? Bagi yang pernah mengalami atau mungkin sering, berarti anda terkena sindrom weekend. Biasanya hal ini kerap dialami oleh para lajang alias anda yang nggak punya pasangan. Rasanya setiap akhir pekan, cuma menyisakan rasa kesel, jealous, sebel, dsb.

Tapi bisa dimaklumi sih kalau anda merasa hilang filing alias hampa menjelang weekend. Bagaimana nggak, saat yang lain sibuk merencanakan acara akhir pekan bersama pasangannya masing-masing selepas pulang kerja, anda cuma bisa manyun karena nggak ada acara sama siapa-siapa. Lebih parah lagi kalau anda termasuk minus teman. Rasanya weekend itu bagaikan bad day yang harus diakhiri secepatnya. Karena untuk mengajak teman berakhir pekanpun rasanya sulit.


Belum lagi kalau ada pertanyaan, "Ada acara apa nih minggu ini?" mungkin saking kesalnya anda pengin membungkam mulutnya agar tidak bertanya lebih lanjut. Nggak jarang, karena nggak ada acara, saat weekend anda tetap melarutkan diri dalam pekerjaan. Anda nggak peduli saat yang lain 'gerak cepat' pulang kantor karena ada acara sepulang kerja, anda tetap terpuruk di depan komputer dengan ekspresi very serius.

Rasanya kalau anda terus terpuruk pada sindrom weekend, anda bisa menjadi manusia yang paling stres setiap menjelang akhir pekan. Ujung-ujungnya anda bisa menjadi manusia paling acuh tak acuh di lingkungan kantor anda, nggak cuma saat weekend tetapi juga di hari biasa. Nah sebelum semakin parah terkena sindrom weekend, anda harus segera mengatasinya.

Cobalah anda jujur pada diri sendiri, anda pasti ingin juga kan merasakan seperti orang lain? Dalam hati kecil anda pasti juga pengin bisa jalan-jalan, santai, dugem, atau kongkow-kongkow sepulang kerja di akhir pekan. Paling tidak kalau ngga sama pacar ya sama temen-temenlah.

Coba deh, jangan terlalu 'keras' pada diri sendiri. Walau memang anda termasuk pekerja yang ulet, anda tetap membutuhkan refreshing. Rajin memang perlu, mutlak malah, tetapi jangan terus menerus larut dalam pekerjaan hingga lupa sosialisasi. Meskipun pada dasarnya anda mencintai pekerjaan, tetapi anda harus punya kekuatan untuk melupakannya sejenak.

Caranya diantaranya dengan memanfaatkan waktu libur saat weekend. Kalau anda nggak punya pasangan atau temen yang bisa diajak ber-weekend-ria mungkin anda bisa melakukanya bersama keluarga. Kalau keluarga nun jauh disana, sementara anda sendiri kost, apa boleh buat. Untuk sementara anda bisa menghibur diri dengan berjalan-jalan sendiri. Anda bisa jalan ke mal, nonton, atau bagi wanita mungkin memanjakan diri ke salon. Kadang aktivitas yang anda lakukan sendiri juga bisa menimbulkan kenikmatan setelah suntuk lima hari bekerja.

Kalau anda belum punya pasangan, tetapi punya sohib anda bisa mengajaknya menikmati weekend bersama. Coba deh sesekali ajak teman atau sohib anda 'dugem'. Anda bisa melepaskan rasa 'bete' akibat jenuh bekerja. Siapa tau saat 'dugem' anda bisa kecantol lawan jenis yang bisa dijadiin pasangan.

Ingat, dunia ini nggak cuma selebar layar komputer, di luar sana banyak hal-hal menarik yang akan membuat pikiran anda terbuka, terlepas dari urusan kerja dan kerja. Siapa tau dengan banyak sosialisasi anda bisa dapet pasangan, yang cocok tentu. Jadi, saat weekend anda nggak suntuk lagi. Soalnya ada yang bisa anda ajak menikmati weekend.

So, hidup anda pun jadi lebih bergairah. Tentu saja anda dapat menikmati pekerjaan tanpa lupa menyenangkan diri sendiri. Bisa-bisa anda malah selalu menanti saat weekend tiba. Asal pekerjaan beres sih no problem. Happy nice weekend!