Hadapi Wawancara Setelah di PHK

Yang namanya PHK memang selalu menyisakan perasaan nggak enak. Sepertinya kata PHK bagaikan ‘aib’ yang harus ditutup-tutupi. Makanya nggak heran banyak orang yang mengaku ‘resign’ padahal sebenarnya ia kena PHK. So, bagaimana setelah anda di PHK kemudian anda mendapat panggilan kerja…? Apa yang mesti anda jawab jika anda ditanya alasan keluar dari pekerjaan lama..? Apakah anda akan mengaku di PHK atau mengarang jawaban lain…? Kalau kebetulan anda mengalami kasus yang sama, coba simak saran berikut ini.

Tetaplah berpegang teguh pada nilai-nilai kejujuran dengan menceritakan apa adanya, tentunya yang berhubungan dengan pertanyaan. Kalau memang anda diPHK, katakan bahwa anda di PHK. Jika anda menutupi keadaan yang sebenarnya anda akan terjebak pada kebohongan-kebohongan lain yang akan memperburuk penilaian. Kebohongan juga akan menyulitkan anda di kemudian hari. Sekali anda berbohong maka anda harus mempertahankan kebohongan itu seterusnya. Bukankah ini sangat menyiksa?

Jelaskan juga alasan anda di PHK, kalau anda di PHK karena perusahaan nggak sanggup menanggung biaya produksi dan gaji karyawan, terus terang saja. Bukankah ini bukan alasan yang memalukan? Tambahkan juga bahwa sesungguhnya anda punya loyalitas yang besar pada perusahaan. Hanya saja perusahaan punya pertimbangan khusus sampai mem-PHK anda. Sedikit merendah pun sah-sah saja, dengan mengatakan bahwa orang-orang yang masih dipertahankan oleh perusahaan lama adalah orang-orang yang lebih baik dari anda. Tetapi katakan bahwa PHK yang pernah anda alami tidak menyebabkan anda kehilangan semangat untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Toh setelah anda mengaku di PHK, anda bisa mengungkapkan kelebihan dan keahlian yang ada pada diri anda. Jelaskan bahwa keahlian dan kelebihan yang ada pada anda akan anda dedikasikan sepenuhnya pada perusahaan. Ungkapkan dengan tulus tanpa sekedar 'mulut manis' atau 'gombal'. Ingat, kejujuran dan ketulusan anda dalam menjawab setiap pertanyaan lebih berharga daripada anda mengobral janji dan sibuk mengarang-ngarang kemampuan diri yang sebenarnya tidak ada pada diri anda.

Tapi tentu saja dalam wawancara anda tetap harus mengesankan sebagai pribadi yang optimis, loyal, dan cerdas. Jangan lupa untuk mengenakan busana yang pantas dan sopan. Selamat menghadapi wawancara...!