Hadapi Anak Buah Sekaligus Sahabat

Memiliki teman kerja sekaligus sahabat sejak di bangku sekolah memang asyik juga. Anda jadi lebih enjoy di kantor, karena ada sahabat yang siap mendengarkan cerita anda sekaligus tempat bercanda ria. Anda bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengannya seperti makan siang, istirahat dan pulang bersama.

Tapi seiring berjalannya waktu, tentu karir anda berdua pun terus bergulir. Jika prestasi kerja anda atau sahabat anda bagus, tentunya jenjang karir pun akan meningkat pula. Tapi tentu anda juga tidak bisa menolak kalau anda dihadapkan pada kenyataan bahwa karir anda lebih maju dari sahabat anda. Sampai suatu saat, ternyata anda menduduki jabatan sebagai bos yang membawahi beberapa anak buah termasuk sahabat anda.

Mungkin pada awalnya anda cukup kesulitan menghadapi sahabat yang sekaligus anak buah anda di kantor. Anda akan merasa jengah dan kikuk, anda berdua yang tadinya akrab dan bebas bercanda, tiba-tiba kini harus merubah sikap sebagai atasan dan bawahan. Lalu bagaimana sikap yang sebaiknya? Mungkin tips di bawah ini berguna bagi anda:

* Bersikaplah profesional selama masih berada di dalam lingkungan kantor. Anda harus bisa membedakan ‘bussiness’ dan ‘friendship’. Memang awalnya sulit, tapi jangan berhenti mencoba. Sadarilah bahwa kini posisi anda dan sahabat anda berbeda. Toh, di luar kantor ia tetaplah sahabat anda.

* Bersikaplah netral pada semua anak buah. Jangan ada kesan ‘pilih kasih’ pada sahabat anda. Tampillah sebagai atasan yang tegas, bukan sebagai seorang sahabat yang selalu ‘nggak enak hati’.

* Jangan terlalu menunjukkan keakraban anda di depan anak buah yang lain, apalagi sampai berbisik-bisik dan tertawa-tawa berdua. Ingatlah selalu, kini anda adalah bosnya yang harus menjaga wibawa di mata semua anak buah anda.

* Berikan kesempatan yang sama pada semua anak buah untuk menyampaikan ide dan menunjukkan kemampuannya. Begitu juga pada sahabat anda. Jangan sampai anda terkesan memberi kesempatan yang lebih banyak pada sahabat anda.

* Jangan sungkan-sungkan untuk memberi teguran atau peringatan jika sahabat anda melakukan kesalahan di kantor. Tanggalkan perasaan nggak enak dan toleransi yang berlebihan.

* Sebaliknya, jika sahabat anda mampu bekerja dengan baik dan berprestasi, jangan ragu untuk memberinya pujian dan penghargaan.
Hal ini dapat men-support sahabat anda untuk berkarya lebih baik lagi.

* Jika di luar kantor, katakan pada sahabat anda, ia harus bisa menerima kenyataan bahwa di kantor anda adalah atasannya. Yakinkan padanya bahwa perbedaan posisi di kantor tidak akan merubah kualitas persahabatan anda yang sesungguhnya.

Dengan demikian, anda dapat menjadi bos yang sukses mengelola anak buah tanpa kehilangan sahabat. Percaya deh, jika sahabat anda pengertian pasti ia dapat memahami kondisi ini. Dan bisa saja, karena posisi anda yang bos, akan memacu semangatnya untuk mencapai karir yang lebih baik dari anda. Selama dilakukan secara sehat, nggak masalah kan?