Gila Kerja Boleh Asal

Tidak ada yang salah menjadi orang gila kerja (workaholic). Bahkan perusahaan Anda malahan senang. Bisa jadi, karena dengan begitu kinerja perusahaan akan ikut terdongkrak. Akan tetapi, apa pun yang namanya kelewatan, pasti tidak baik. Untuk mengurangi dampak kekurangbaikan itu Anda perlu mengaturnya sehingga terjadi keseimbangan.


 
Gila kerja akan menjadi salah, bahkan berbahaya, bila memaksakan diri melampaui kapasitas yang dimiliki. Di sinilah sulitnya. Soalnya tidak ada lampu merah yang bisa memberi peringatan saat Anda sudah demikian "all out". Gejala-gejala ringan pun kadang lewat begitu saja, terlibas dengan keasyikan Anda yang terbenam dalam kesibukan.

Nah, apakah Anda merasakan salah satu gejala berikut? Sering merasa pegal-pegal, gelisah, susah konsentrasi, pusing, sakit perut, mudah tersinggung, kelelahan, kurang selera makan, mood mudah berubah, kram otot, tidur tidak nyenyak, pembengkakan pada kelenjar tenggorokan atau malahan tenggorokan sakit? Apabila Anda banyak menjawab "ya", berarti Anda sedang menderita Chronic Fatigue Syndrome (CFS) atau Burnout.

Akan tetapi jangan khawatir. Sebab CFS dapat disembuhkan. Solusi terbaik pertama adalah dengan meningkatkan variasi hidup. Menurut Faye Crosby, Ph.D. dari Smith College Northampton, Massachusetts, variasi ternyata termasuk kebutuhan utama manusia.

Di sisi lain, pekerjaan membuat Anda seperti robot, yakni dengan selalu memenuhi agenda yang telah ditetapkan. Jika robot jenuh tidak berpengaruh, kalau manusia jenuh akan sangat berpengaruh terhadap pekerjaan. Nah, apakah Anda sudah sampai pada taraf jenuh? Kalau begitu, cobalah untuk memvariasikan hidup! Itu bisa dilakukan lewat berbagai hal, seperti olah raga, istirahat yang cukup, dan berbagai cara lain yang menarik hati.

Herbert J. Freudenberger, Ph.D. dalam bukunya Burnout: The High Cost of High Achievement menyatakan bahwa problema CFS cenderung terjadi lagi bila agenda yang harus dikerjakan kelewat banyak, sementara "persediaan" kecerdasan emosi tidak mencukupi. Dalam hal ini, sebenarnya telah disediakan berbagai langkah untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual, seperti melalui ibadah sehari-hari, beramal, dan masih banyak lagi.

Oleh sebab itu, bila Anda merasa kecerdasan emosional dan spritual sedang jatuh, coba tanyakan diri sendiri. Seberapa baikkah (menyangkut adab dan esensi) ibadahku selama ini?

Freudenberger melanjutkan; penyebab CFS yang lain adalah perfeksionisme. Orang-orang perfeksionis condong bersikap tidak realistis dengan menetapkan target yang terlalu tinggi. Kadang hal itu memang diperlukan - tapi bila dikerjakan terus-menerus dalam jangka waktu yang cukup lama, siapa pun akan mengalami CFS. Berkaitan dengan ini, cobalah bersikap proporsional dan tidak berlebih-lebihan, termasuk dalam hal menentukan target.

Usaha-usaha pencegahan dan penyembuhan CFS, tentulah tidak akan memadai bila tidak ditunjang diet yang baik. Terapkan diet yang seimbang, di mana sehari-harinya kita banyak mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan segar, biji-bijian, daging tanpa kulit, dan ikan. Pemilihan makanan tadi memberikan gizi yang akan memperbarui kesehatan tubuh dan membangun imunitas.Banyak minum air putih juga sangat membantu, lebih baik lagi bila minum 1 gelas penuh setiap 2 - 3 jam. Karena air mampu membersihkan tubuh, mengeluarkan racun dan mengurangi kejang pada otot.

Nah, tidak perlu minum Irex kan?

*/yds

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar