Etika Mengkritik di Kantor

Dalam berkehidupan sosial di masyarakat maupun di kantor, kritik adalah salah satu cara untuk merubah keadaan menjadi lebih baik. Kritik merupakan ungkapan bernada koreksi terhadap seseorang atau kondisi tertentu. Tapi, tidak selamanya kritik berakibat baik. Bahkan akibat kritikan, bisa-bisa anda malah dimusuhi dan dijauhi.
 
 
Dalam dunia kerja, kritik ini bahkan bisa menjadi acuan untuk kemajuan dan upaya untuk menjatuhkan karir seseorang. Lalu bagaimana cara terbaik jika anda ingin menyampaikan kritik di kantor?

 

Kritik bisa diterima dengan baik jika disampiakn dengan cara simpatik. Ada etika tersendiri dalam mengungkapkan kritikan. Sebaiknya jangan langsung menghantam orang dengan kritikan pedas dan kasar. Tidak ada salahnya, sebelumnya anda memohon maaf bahwa anda akan menyampaikan kritik. Carilah waktu yang tepat untuk menyampaikan kritik, misalnya saat istirahat.

 

 

Carilah tempat yang cukup aman untuk menyampaikannya, yang anda yakini orang lain tidak akan ikut campur. Jangan sekali-kali mengkritik seseorang dalam keadaan yang tidak mendukung, misalnya saat banyak kerjaan dan saat ‘badmood’. Karena bisa-bisa akan memicu keributan dengan anda. Hal ini sekaligus untuk menghindari pandangan negatif orang lain terhadap anda. Lalu sampaikan kritik dengan kata-kata yang tidak bernada merendahkan.

 

Lain lagi jika anda ingin menyampaikan kritik terhadap kondisi atau birokrasi di kantor (bukan personal dan tidak bersifat rahasia). Ini bisa anda sampaikan saat rapat, itu pun jika anda diberi kesempatan untuk menyampaikan kritik dan pendapat anda. Sebelumnya pun harus didahului pernyataan maaf. Jangan merembet ke masalah lain, sampaikan kritik dengan jelas dan lugas.

 

 

Hal yang tak kalah penting, selesai mengungkapkan kritik, berilah saran atau alternatif penyelesaian. Jika tidak, sama saja anda memperkeruh suasana. Karena kritik yang membangun adalah kritik yang menyertakan cara dan saran penyelesaian. Dan lebih baik lagi jika anda ikut membantu penyelesaian serta bersedia untuk mendiskusikannya. Dengan demikian anda telah bersikap bijaksana dalam mengkritik.

 

 

Nah sebelum mengkritik, tentunya siapkan dulu jawaban untuk memecahkan masalah itu.