Curhat di Kantor, Boleh Nggak Sih

Cukup manusiawi jika anda ingin berbagi cerita tentang beban atau masalah yang menghimpit anda, sekalipun itu masalah yang sangat pribadi. Tapi tentu anda tidak bisa sembarangan menceritakan masalah pribadi anda pada orang lain, apalagi menceritakan pada teman sekantor. Namun jika masalah anda terasa begitu berat, sebagai manusia biasa, wajar jika anda tidak mampu menyimpannya sendirian. Anda membutuhkan orang lain untuk mendengarkan cerita anda. Tentu anda berharap, dengan bercerita beban anda akan sedikit berkurang.



Tapi ternyata tidaklah mudah menceritakan masalah pribadi pada rekan sekantor. Ada hal-hal yang membatasi anda untuk tidak terlalu ‘open’ pada rekan sekantor. Bahkan banyak yang menganggap ‘tidak etis’. Karena dikhawatirkan akan mengurangi profesionalisme dan kredibilitas anda.

Menurut pakar psikologi, sebelum anda menceritakan masalah pribadi di kantor, pikirkan dulu siapa yang paling patut dijadikan tempat bercerita. Sebaiknya anda bercerita pada teman yang hubungannya dekat dengan anda. Itupun anda harus yakin bahwa orang yang anda ajak ‘curhat’ adalah teman yang cukup dewasa dan bijak. Karena pada dasarnya orang-orang dengan kepribadian ‘belum dewasa’ kurang bisa memegang rahasia. Bisa-bisa cerita pribadi anda hanya dijadikan bahan untuk bergosip ria.

Jadi, yang lebih penting lagi adalah, orang itu bersedia mendengarkan cerita anda dan dapat menyimpan rahasia. Namun, sebisa mungkin, jaga emosi anda saat bercerita. Usahakan agar jangan sampai anda menangis. Tunjukkan kesan bahwa anda dapat mengendalikan emosi dan tetap profesional di kantor. Artinya meskipun dirundung masalah, pekerjaan anda tidak akan terganggu. Untuk itu, sebaiknya berceritalah secara singkat tanpa kesan mengeluh dan penuh dramatisasi. Pilihlah waktu yang tepat untuk bercerita. Jangan ‘curhat’ saat jam kerja atau jam-jam sibuk.

Ingat, cukup sekali saja anda menceritakan suatu masalah. Karena kesediaan orang lain mendengarkan cerita dan masalah pribadi anda juga ada batasnya. Dan lagi, ‘curhat’ yang terlalu sering membuat anda layaknya seorang pasien yang butuh terapi. Selain itu dikhawatirkan teman yang terlalu sering mendengarkan masalah pribadi anda, akan merasa jenuh. Karena sebagai manusia biasa, ia tentu juga punya masalah sendiri.

Sesungguhnya, orang-orang yang patut dijadikan tempat berkeluh kesah adalah orang-orang di luar kantor seperti keluarga dan sahabat-sahabat anda di luar kantor. Karena bercerita pada mereka, apapun dampaknya tidak akan mempengaruhi performa profesionalisme anda. Yang penting, saat anda memiliki masalah yang cukup serius ada orang-orang yang mendukung dan siap membantu anda. Mungkin menumpahkan problem anda pada buku diary juga bisa anda jadikan alternatif, untuk sekedar mengurangi beban anda. Selain anda dapat menulis apapun masalah anda, kerahasiaannya pun lebih terjamin.

Namun sekali lagi, jika anda yakin sobat anda di kantor dapat dijadikan teman curhat yang baik, dalam arti mau mendengarkan dan bisa sedikit memberi solusi, tidak ada salahnya bercerita padanya. Asalkan cerita masalah pribadi anda tidak akan mempengaruhi kualitas kerja anda dan sobat anda di kantor. Nah yang mau curhat di kantor, pikir-pikir dulu deh siapa orang yang paling tepat dijadikan tempat curhat.

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar