Cara Tepat Mengkritik Bos!

Ungkapan bos tidak pernah salah, memang sudah melekat bagi hampir setiap pegawai. Jadi jangan heran bila banyak bawahan yang bakal susah untuk mengkritisi bos atau atasannya. Apalagi dalam kultur kerja di Indonesia yang menganggap atasan ada segalanya, sangat susah untuk mengkritik tindakan atasan, bahkan saat kita tahu persis atasan itu salah.

Padahal, sesuai dengan karunia Tuhan, manusia memang mahluk sempurna namun tetap dia juga bisa salah. Jadi, bos juga bisa salah, meski terkadang kita akan susah untuk mengatakannya. Malah lebih sering kita "membiarkannya" sambil berharap dan menunggu sang bos akan menyadari kesalahannya.


Namun sudah cukupkah? Tentu saja tidak. Sejak awal seharusnya kita memegang prinsip bahwa bos juga manusia, yang secara manusiawijuga bisa salah. Yang jadi persoalan, bagaimana kita sebagai bawahan bisa mengambil posisi untuk mengingatkannya. Susah memang, tetapi tetap ada caranya.

Misalnya, bos kita punya ide yang menurut kita memang salah. Sebagai bawahan, Anda tentu harus mendukungnya. Namun, bila Anda merasakan adanya kesalahan, jangan ragu untuk mengingatkannya. Tapi ingat, posisi Anda sebagai bawahan, jadi harus ada caranya. Jadi posisikan Anda sebagai bawahan. Misalnya bilang, "Saya sangat mendukung ide ini, tapi bagimana kalau sebaiknya kita buat seperti ini. Tentu akan lebih bagus,".

Dalam kalimat ini, Anda sebenarnya tidak mendukung ide atasan yang salah itu, tetapi Anda tidak langsung menolaknya. Bilang mendukung, tapi kemudian Anda memberikan alternatif yang lebih tepat. Secara tidak langsung Anda juga mengkritik bos.

Lalu, ada kesalah kecil yang juga bisa jadi menggangu. Misalnya saat bos Anda lalai dalam suatu pertemusn, Anda bisa mengatakan "Pak, kontrak kerja ditunda karena surat keputusannya belum mereka terima." Daripada Anda mengatakan, "Pak, kenapa tidak datang dalam pertmuan. Entar kontraknya batal loh, gara-gara bapak tidak segera menandatangani". Nah, penggunaan kalimat pilihan memang penting untuk mengkritik bos Anda.

Selain menggunakan kata-kata tepat, juga mengetahui situasi dan mood bos Anda. Kalau bisa, sesekali selipkan humor. Kata terakhir ini memang penting, karena humor akan menghasilkan senyuman. Dan dengan senyuman, suasana bisa tidak terlalu tegang, yang memungkinkan situasi busa cair. Namun, tetap harus diingat, pilihlah waktu yang tepat untuk semua itu.

Jadi, mengkritik bos itu sah-sah saja, asal Anda pandai memilih kata-kata dan waktunya tepat. Toh kritik, demi kemuajuan perusahaan, bos, serta Anda sendiri. Seperti kata-kata orang bijak, "Kita tidak ada pernah maju tanpa kritik."

Nah apakah sudah siap mengkritik bos?
(sid)