Cara Sukses Membuat Direct Mail

Banyak pelaku bisnis di seluruh dunia yang masih mengandalkan kekuatan ‘direct mail’ atau surat untuk menarik konsumen. Konon, menurut pengalaman mereka, dibandingkan media seperti TV, media cetak, billboard, dan iklan banner di internet, cara berkirim surat dirasakan lebih efektif dalam menarik konsumen, karena diterima langsung oleh target sasaran.

Di samping itu, umumnya ‘direct mail’ tidak hanya dibaca oleh satu orang, melainkan akan beredar dan dibaca dari satu orang ke orang lain. So, bagi anda yang tertarik membuat ‘direct mail’, berikut ini adalah panduan dari Kimberly McCall, Presiden Direktur McCall Media & Marketing di Freeport Maine:
 
- Luangkan waktu anda untuk mengumpulkan ‘list’ atau daftar calon audiens anda, berikut nomor telepon dan alamat yang mudah dihubungi. Nama dan data mereka bisa anda dapatkan dari buku telpon pribadi, buku telepon umum, teman, atau dari ‘mailing list’ anda.

- Selidiki audiens anda. Berapa usianya, dimana tempat tinggalnya, apa pekerjaannya, dimana kantornya, berapa penghasilannya, dsb. Kalau perlu anda harus lebih rinci lagi menyelidiki mereka. Misalnya dengan mengetahui apa mobilnya dan produk apa yang biasa digunakannya. Maksudnya tentu saja agar anda mendapatkan informasi ‘detail’ tentang audiens anda. Karena 60% keberhasilan anda dalam melakukan ‘direct mail’ adalah karena anda berhasil membidik sasaran yang tepat.

- Setelah mengetahui sasaran anda, segera putuskan apa yang akan anda tawarkan. Untuk itu anda harus tahu pasti apa yang diinginkan oleh konsumen. Kemudian putuskan berapa harga yang akan anda tawarkan.

- Tuliskan gagasan anda dengan cerdas. Luangkan waktu untuk menulis dan merangkai kata-kata dengan baik. Usahakan agar surat anda terkesan penting, berbobot sekaligus enak dibaca. Untuk penawaran produk, kalau perlu sertakan foot note (catatan kaki) di bawah surat anda. Catatan kaki ini untuk menegaskan kembali tentang pentingnya produk anda.
 
- Jangan menggunakan kertas murah dan jelek, karena akan mengesankan bahwa produk anda ‘kacangan’. Gunakan kertas dengan kualitas yang baik. Kalau anda yakin surat anda mendapat respon positif, anda akan mendapatkan lebih banyak dari modal yang anda keluarkan untuk kertas. Toh anda nggak akan menghemat apapun dengan menggunakan kertas murah kalau anda nggak mendapatkan respon sedikitpun.

- Selesai membuat surat, jangan lupa untuk memeriksanya sekali lagi. Koreksi dengan cermat apakah rangkaian kata-kata surat anda sudah benar. Setelah anda yakin, kirimkan surat anda ke alamat calon konsumen anda. Sebelum mengirimnya, cek lagi apakah alamat yang anda cantumkan sudah benar. Kirimkan dengan pos khusus. Patut anda ketahui, surat yang dikirim dengan pos khusus akan menaikkan gengsi penerimanya. Sehingga surat anda tidak mengesankan “I’m a junk mail. Feel free to chuck me in the trash”.

Setelah semua surat terkirim, catatlah berapa surat yang dibalas dan berapa surat yang tidak dijawab. Tindaklanjuti semua surat yang dibalas. Kemudian lakukan evaluasi terhadap surat yang tidak terjawab. Dan yang paling penting, jangan kapok untuk mengirim surat ke calon konsumen lain.