Cara Pintar Manfaatkan Pesangon

Siapapun pasti merasa girang jika mendapatkan bonus dalam bentuk uang, apalagi jika jumlahnya cukup menggiurkan. Tapi bagaimana jika anda mendapatkan uang pesangon? Alias uang yang diberikan pada anda karena anda di PHK dari perusahaan? Apakah anda juga merasa senang? Boleh jadi! Apalagi jika masa kerja anda sudah cukup lama, karena pasti perhitungannya sangat lumayan. Eh tapi jangan histeris dulu dengan sejumlah uang pesangon loh. Seberapapun banyaknya pesangon anda, anda kudu cermat dalam menggunakannya.


Uang pesangon, uang perpisahan, uang jasa atau whatever sebutannya merupakan uang darurat sebagai bekal bagi anda kalau-kalau dalam beberapa bulan ke depan anda belum mendapatkan pekerjaan baru. Kalau begitu di PHK anda langsung dapet kerja lagi, anggap aja uang pesangon itu sebagai bonus atau uang kaget. Tapi bagi yang masih mencari-cari pekerjaan lain, jangan emosi menggunakan uang pesangon, anda harus lebih berhati-hati. Karena sebesar-besarnya pesangon anda, jika anda belum punya sumber penghasilan lain, uang tersebut makin lama akan makin menipis, terlebih jika anda tidak cukup smart memanfaatkannya.

Anda yang baru kena musibah PHK, coba simak trik memanfaatkan uang pesangon di bawah ini:

Hidup prihatin
Jangan tergiur membeli barang-barang mewah dengan uang pesangon. Paling tidak, anda harus bisa hidup prihatin dibanding ketika masih bekerja. Gunakan uang anda untuk hal-hal yang benar-benar perlu. Ingat, anda masih perlu banyak uang untuk transport kesana kemari melamar pekerjaan dan memenuhi pangilan wawancara, membeli amplop dan perangko, dan memenuhi kebutuhan vital anda seperti makan dan minum.

Deposito
Mendepositokan uang pesangon merupakan langkah yang bijaksana dalam memanfaatkan uang anda. Setidak-tidaknya, bunga deposito bisa membuat anda bernafas lega lebih lama selama anda belum dapat kerja. Walau mungkin saat ini bunga bank tidak begitu besar tetapi tetap jauh lebih baik daripada sekedar anda simpan di dalam celengan biasa.

Tabungan
Jika uang pesangon anda cukup kecil karena masa kerja anda yang baru sebentar, tidak perlu membuat deposito. Cukup dengan menabungnya di bank mungkin lebih tepat. Satukan saja dengan tabungan anda yang lama. Tapi jika anda pengguna ATM, jangan keasyikan menggesek ATM mentang-mentang baru menambah uang tabungan. Tekan nafsu anda menggunakan uang seminimal mungkin. Jika keperluan anda sangat mendesak, barulah anda bisa menggunakannya.

Beli barang-barang produksi
Manfaatkan sebagian uang pesangon anda untuk membeli barang yang bisa menunjang produktivitas anda. Jenisnya bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan dan ketrampilan anda. Misalnya jika sebelumnya anda seorang penulis mungkin anda bisa membeli sebuah komputer. Jika anda cukup trampil menjahit anda bisa membeli sebuah mesin jahit, dan seterusnya. Nah benda-benda ini bisa anda manfaatkan selagi anda belum menemukan pekerjaan baru. Selain bisa membunuh waktu, anda pun bisa menambah-nambah penghasilan, walaupun cuma kecil-kecilan.

Hati-hati berinvestasi
Jika uang pesangon anda cukup besar, mungkin anda tergoda untuk menginvestasikannya dengan membeli benda-benda yang bisa anda jual di kemudian hari, seperti kendaraan atau tanah. Tapi hati-hati! sebelum membeli, periksa dan teliti kelengkapan surat-suratnya ataupun statusnya. Jangan sampai anda terjebak membeli tanah sengketa ataupun kendaraan bermasalah.

Bagaimana? Nggak sulit kan memanfaatkan uang pesangon anda? Pada intinya anda harus memanfaatkannya dengan lebih cermat, teliti, dan efisien. Gunakan hanya untuk sesuatu yang benar-benar dibutuhkan. Dengan kata lain, anda memang harus lebih bijaksana menggunakan uang setelah PHK. Toh bukan berarti anda pelit kan? Mudah-mudahan dengan kebijaksanaan anda, anda akan menjelang pekerjaan baru yang lebih baik. Ehmm siapa tau pekerjaan mendatang salarynya lebih oke...!