Berbagi Masalah di Kantor

Selama ini untuk mengurangi beban masalah, biasanya anda cenderung menceritakan masalah kepada orang lain entah itu teman atau keluarga. Dengan bercerita rasanya hati anda sedikit 'plong' dan lega. Tapi bagaimana kalau masalah itu sampai terbawa ke kantor? Rasanya kalau didiamkan, masalah anda bisa sampai mengganggu konsentrasi kerja dan bikin anda tambah stres. Sementara kalau mau curhat, anda juga bingung mau curhat ama siapa.

Tapi jangan bingung dan stres dulu, kalau anda udah nggak tahan ingin berbagi cerita, sharing atau curhat di kantor, simak dulu kiat berikut di bawah ini:


- Curilah waktu kerja anda untuk berpikir sesaat. Coba pikir baik-baik perlukah masalah ini anda ceritakan pada orang lain? Kalau anda rasa masalah dapat anda lupakan dalam waktu satu jam ke depan, lebih baik anda nggak usah cerita. Mungkin anda dapat melupakannya dengan mencoba mengerjakan tugas-tugas yang menyenangkan anda.

- Untuk mengenyahkan masalah dari pikiran anda cobalah ciptakan hal-hal yang menyenangkan bagi anda sejenak. Misalnya memutar lagu lembut, membuat secangkir susu, ngobrol dengan teman kantor yang lucu dan kocak. Atau bisa juga lirik-lirik 'gebetan' baru di kantor anda. Kalau rasa pusing bisa hilang, berarti anda terhindar dari libatan masalah anda kan?

- Kalau tetep nggak tahan pengin cerita, selektiflah memilih temen curhat atau pendengar yang pantas. Sebaiknya cukup pada satu orang saja anda bercerita. Itupun harus pada rekan kantor yang cukup dekat dan mengenal anda dengan baik. Semakin banyak teman yang anda ceritakan akan semakin pelik masalah anda. Pilihlah waktu yang pas untuk curhat, yaitu saat anda dan dia tidak sedang sibuk. Kemudian perhatikan apakah ia cukup nyaman mendengarkan cerita anda. Kalau ia menunjukkan respon yang gelisah dan ogah-ogahan lebih baik batalkan saja cerita anda.

- Bagaimanapun stresnya anda, ceritakanlah masalah dengan sikap netral. Ingat jangan melebih-lebihkan atau mendramatisir masalah. Dan jangan mengesankan bahwa anda adalah pribadi yang senang berkeluh kesah. Jika ia memberi solusi, dengarkan dengan penuh perhatian. Ini menandakan bahwa anda menghargai pendapatnya.

Yakinkan bahwa anda merasa lebih tenang setelah menceritakan masalah anda. Dan konsentrasikan kembali pikiran anda pada pekerjaan. Ingat, bukan cuma anda loh yang punya masalah di kantor. Maka jangan sampai beban masalah anda mengurangi kualitas kerja anda. Kalau anda bisa membedakan antara masalah dan pekerjaan berarti anda telah berhasil mengelola masalah anda dengan baik. Percaya deh, seberat-beratnya masalah pasti selalu ada jalan keluar, asal anda mau mengusahakannya, tentu!