Bagaimana Allah menciptakan Ibu

Ketika Allah menciptakan ibu, Malaikat bertanya untuk apa Allah berlama-lama untuk menyempurnakan konstruksi seorang makhluk bernama Ibu?
Allah menjawab "Tahukah engkau apa kelebihan yang Kuinginkan dalam menciptakannya? Ia harus dapat dibersihkan, tapi bukan dari bahan plastik. Lebih dari 200 bagian darinya yang dapat digerakkan tanpa perlu diganti. Ia harus mampu menyantap segala macam makanan. Pada saat yang sama ia harus mampu menggendong tiga bayi sekaligus. Dengan sekali ciuman, mulai dari lutut yang luka hingga hati yang sedih dapat disembuhkannya. Semua ini harus dilakukannya hanya dengan dua tangan."
Penjelasan Allah itu sangat mempengaruhi benak malaikat.
Ia akhirnya bertanya, "Hanya dengan dua tangan? Tidak mungkin itu! Apakah Engkau yakin ini sebuah model yang benar dan memenuhi standar?"
Allah menjelaskan lagi, "Ketika sakit, ia sendiri yang berusaha mengobati dirinya dan ia mampu bekerja 18 jam dalam sehari."
Malaikat mendekati makhluk itu dan menyentuhnya. "Ooh, ia sangat lembut," kata malaikat.
"Iya benar. Ia memang sangat lembut, tapi Aku menciptanya sangat kuat. Kau tidak akan mampu membayangkan apa saja yang dapat ditanggungnya dan bagaimana ia keluar sebagai pemenang menghadapi segala masalah," jawab Allah.
Malaikat kembali bertanya, "Apakah ia dapat berpikir?"
Allah menjawab, "Ia bukan hanya bisa berpikir, tapi juga berargumentasi, membahas dan berdialog."
Malaikat memegang tulang pipinya dan mengatakan, "Allah, aku berpikir Engkau telah meletakkan tanggung jawab yang sangat banyak kepadanya! Sepertinya ada lubang dan air menetes dari sana!"
Allah membetulkan apa yang diucapkan malaikat dan mengatakan, "Itu bukan tetesan air biasa, tapi itu tetesan air mata."
Malaikat kembali bertanya, "Apa manfaat air mata baginya?"
Air mata adalah caranya untuk mengungkapkan kesedihan, keraguan, cinta, kesendirian, kesulitan dan kebanggaannya," jawab Allah .
Malaikat semakin berdebar membayangkan makhluk yang satu ini dan bertanya, "Wahai Allah! Engkau memang Maha Mampu dan telah mempertimbangkan segala aspek luar biasa dalam menciptakan makhluk bernama ibu."
"Sayangnya ada satu darinya yang kurang tepat. Ia akan melupakan betapa dirinya begitu bernilai," kata malaikat.
Bagaimana menutut Anda tentang perkataan Malaikat diatas?

Soal Berhitung untuk Sekolah Dasar